SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Bagaimana Presiden Prabowo Subianto menyusun arah kepemimpinannya untuk membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045? Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham memaparkan tujuh tahapan konstruksi berpikir yang menurutnya menjadi landasan kepemimpinan Prabowo, mulai dari membangun kesadaran berbangsa hingga menggerakkan seluruh jajaran kabinet untuk bekerja.
Idrus menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Kajian Buku MBG dan Prabowonomic di Jakarta, Senin (19/10/2026). Ia menilai kepemimpinan Prabowo memiliki kerangka berpikir yang terstruktur, mulai dari membangun fondasi kebangsaan, merumuskan visi pembangunan, menentukan kebijakan, hingga memastikan program pemerintah dijalankan.
“Pak Prabowo di dalam memimpin bangsa ini memiliki konstruksi berpikir yang sudah jelas,” kata Idrus.
Menurut dia, tujuh tahapan tersebut saling berkaitan. Fondasi kebangsaan dan ideologi menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan, sementara pembentukan kabinet dan retret menjadi bagian dari upaya menyatukan visi serta langkah kerja pemerintahan.
Tujuh tahap kepemimpinan Prabowo menurut Idrus
1. Membangun kesadaran berbangsa
Tahap pertama adalah menumbuhkan kesadaran bahwa Indonesia merupakan rumah bersama yang harus dijaga dan dibangun seluruh elemen masyarakat.
“Indonesia ini adalah rumah besar kita bersama yang harus dirawat bersama, yang harus dibangun bersama,” ujar Idrus.
Kesadaran tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia.
2. Menjadikan Pancasila sebagai fondasi
Tahap kedua adalah menempatkan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa. Menurut Idrus, pembangunan Indonesia yang memiliki wilayah luas dan masyarakat majemuk harus berpijak pada nilai-nilai dasar bangsa.
Dengan demikian, arah pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan persatuan dan karakter kebangsaan.
3. Menetapkan visi pembangunan nasional
Tahap ketiga adalah menentukan visi pembangunan yang mengacu pada tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Visi tersebut menjadi arah bagi pemerintah dalam menyusun prioritas dan menentukan langkah untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
4. Menentukan kebijakan pokok
Setelah visi ditetapkan, tahap berikutnya adalah merumuskan kebijakan mendasar untuk mewujudkan tujuan pembangunan.
Idrus menegaskan, kebijakan tersebut harus terinspirasi oleh Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa.
“Pak Prabowo menentukan kebijakan-kebijakan pokok yang mendasar untuk mencapai visi itu, untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional,” katanya.
5. Membentuk tim pemerintahan
Tahap kelima adalah membentuk kabinet yang bertugas menerjemahkan visi dan kebijakan pemerintah ke dalam program kerja.
Idrus menilai pelibatan berbagai unsur, termasuk partai politik dan kelompok di luar partai, merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang merangkul keberagaman.
Dalam tahap ini, koordinasi antarkementerian menjadi penting agar kebijakan pemerintah dapat dijalankan secara terpadu.
6. Menyatukan visi melalui retret kabinet
Tahap keenam adalah pelaksanaan retret bagi jajaran kabinet. Menurut Idrus, kegiatan tersebut bertujuan membangun kesamaan pemahaman di antara para menteri mengenai visi, tantangan, prioritas, dan strategi pemerintah.
“Pak Prabowo melakukan retret, untuk apa? Untuk membangun suasana kebatinan sebagai sebuah tim, untuk menyamakan visi ke depan, untuk bersama-sama memahami tantangan,” ujarnya.
Idrus memandang retret sebagai sarana untuk menyelaraskan langkah para pembantu presiden agar kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi program yang bisa dilaksanakan oleh masing-masing kementerian.
7. Menggerakkan kabinet untuk bekerja
Tahap terakhir adalah menjalankan tugas dan tanggung jawab pemerintahan setelah visi dan arah kebijakan dipahami bersama.
Menurut Idrus, jajaran kabinet harus bekerja untuk memastikan kebijakan pemerintah tidak berhenti pada perencanaan, tetapi diwujudkan melalui pelaksanaan program dan pembangunan yang nyata.
Ia menegaskan Partai Golkar siap mendukung agenda pembangunan pemerintahan Prabowo.
“Tidak ada kata lain kecuali membantu sepenuhnya, bahkan berada pada bagian terdepan bagaimana suksesnya pembangunan ini, bagaimana suksesnya kepemimpinan Pak Prabowo,” kata Idrus.
Golkar prioritaskan keberhasilan pembangunan
Idrus juga mengaitkan keberhasilan pembangunan saat ini dengan harapan keberlanjutan kepemimpinan pada periode 2029–2034. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama partainya adalah mendukung keberhasilan pembangunan nasional di bawah pemerintahan Prabowo.
Ia menyebut Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah menekankan pentingnya keberhasilan agenda pembangunan menuju Indonesia Emas.
“Bagaimana pembangunan di bawah kepemimpinan Pak Prabowo menuju Indonesia Emas ini harus sukses,” ujarnya.
Idrus menambahkan, kepentingan rakyat harus menjadi prioritas dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah. Menurut dia, pendekatan kerakyatan perlu dikedepankan agar pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang perlu kita prioritaskan adalah rakyat. Karena itu ideologi kerakyatan yang dikedepankan,” tuturnya.
Paparan Idrus tersebut menempatkan tujuh tahapan kepemimpinan sebagai kerangka untuk menjelaskan hubungan antara fondasi kebangsaan, arah kebijakan, pembentukan tim pemerintahan, dan pelaksanaan program pembangunan.
Meski demikian, keberhasilan menuju Indonesia Emas 2045 pada akhirnya akan ditentukan oleh pelaksanaan kebijakan, koordinasi pemerintahan, serta sejauh mana hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
(Yulianto)
























