Senin, 14 September 2026
SUARAINDONEWS
  • HOME
  • BIROKRASI
    • SELANJUTNYA
      • SELANJUTNYA
        • SELANJUTNYA
          • SELANJUTNYA
            • KEMEN PPPA RI
            • KEMENSETNEG RI
            • KEMENKO KESRA RI
            • KEMENKO EKON RI
            • KEMENRISTEK RI
            • KEMEN KP RI
            • KEMENSOS RI
            • KEMEN BUMN RI
            • KEMEN PU RI
          • KEMENHUB RI
          • KEMENTAN RI
          • KEMENPERIN RI
          • KEMEN LH RI
          • KEMEN PANRB RI
          • KEMENPERA RI
          • KEMEN KUKM RI
          • KEMENAKER RI
          • KEMEN PPN RI
          • KEMEN PDT RI
        • KPI RI
        • KPK RI
        • KPU RI
        • KY RI
        • KEMEN KP RI
        • KEMENRISTEK RI
        • KEMENKES RI
        • KEMENKEU RI
        • KEMENKOMINFO RI
        • KEMENDIKBUD RI
      • MA RI
      • MK RI
      • BPK RI
      • KEMENDAGRI RI
      • KEMENKUMHAM RI
      • KEMENLU RI
      • KEMENAG RI
      • KEMEN ESDM RI
      • KEMENHUT RI
      • TNI-POLRI
    • PRESIDEN RI
    • WAKIL PRESIDEN RI
    • DPR RI
    • MPR RI
    • DPD RI
    • KEMENDAG RI
    • KEMHAN RI
    • KEMENPORA RI
    • KEMENKO POLHUKAM RI
    • KEMENKO PMK RI
    • KEMENPAREKRAF RI
    • BNPB RI
  • NEWS
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • DAERAH
    • POLITIK
    • BMKG
  • EKBIS
  • OTOMOTIF
    Tampil Mewah dan Berwibawa, Hongqi E-HS9 Bawa Filosofi Taihe ke Era Mobil Listrik Modern

    Tampil Mewah dan Berwibawa, Hongqi E-HS9 Bawa Filosofi Taihe ke Era Mobil Listrik Modern

    Hyundai Buka Pesanan IONIQ 3 di Eropa, Harga Mulai Rp400 Jutaan

    Hyundai Buka Pesanan IONIQ 3 di Eropa, Harga Mulai Rp400 Jutaan

    Hyundai Ioniq V Resmi Buka Pre-Sale di China, Harga Mulai Rp400 Jutaan

    Hyundai Ioniq V Resmi Buka Pre-Sale di China, Harga Mulai Rp400 Jutaan

    Ahmad Sahroni: Merdeka Ride 2026 Bukan Sekadar Konvoi, HDCI Lindungi 5.000 Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan Selama 3 Tahun

    Ahmad Sahroni: Merdeka Ride 2026 Bukan Sekadar Konvoi, HDCI Lindungi 5.000 Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan Selama 3 Tahun

    Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp874 Juta dan Tenaga 338 HP

    Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp874 Juta dan Tenaga 338 HP

    Cuma Rp2 Miliar, Volvo EX90 Jadi Mobil Baru Asal Swedia yang Menggoda di GIIAS

    Cuma Rp2 Miliar, Volvo EX90 Jadi Mobil Baru Asal Swedia yang Menggoda di GIIAS

  • OLAHRAGA
    Persija vs Persib Kembali ke GBK, Izin Polisi Jadi Sorotan Jelang 12 September

    Persija vs Persib Kembali ke GBK, Izin Polisi Jadi Sorotan Jelang 12 September

    Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo: Berikan yang Terbaik bagi Bangsamu

    Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo: Berikan yang Terbaik bagi Bangsamu

    MESSI BILANG “CUKUP!”: Sang Raja Argentina Tinggalkan Timnas di Usia 39 Tahun, 207 Laga dan 125 Gol Jadi Warisan

    MESSI BILANG “CUKUP!”: Sang Raja Argentina Tinggalkan Timnas di Usia 39 Tahun, 207 Laga dan 125 Gol Jadi Warisan

    Bola “Tangan Tuhan” Diego Maradona Terjual Rp54 Miliar, Jauh di Bawah Perkiraan Rp161 Miliar

    Bola “Tangan Tuhan” Diego Maradona Terjual Rp54 Miliar, Jauh di Bawah Perkiraan Rp161 Miliar

    Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Performa Menuju Asian Games Nagoya 2026

    Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Performa Menuju Asian Games Nagoya 2026

    Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    1.105 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

    1.105 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

    Erick Thohir Ingin Pramusim Indonesia Jadi Panggung Duel Klub Elite Eropa Lawan Tim Terbaik Tanah Air

    Erick Thohir Ingin Pramusim Indonesia Jadi Panggung Duel Klub Elite Eropa Lawan Tim Terbaik Tanah Air

    Demam Piala Dunia Dimanfaatkan! 220 Ribu Jersey Palsu Disita, Nilainya Tembus Rp408 Miliar

    Demam Piala Dunia Dimanfaatkan! 220 Ribu Jersey Palsu Disita, Nilainya Tembus Rp408 Miliar

  • LENSA UTAMA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • LIFESTYLE
    • TENTANG ARTIS
    • TENTANG KONSER
    • TENTANG TRAVELING
    • TENTANG FILM
    • TENTANG KULINER
    • TENTANG SEHAT
    • TENTANG CORD
    • TENTANG EVENT
  • RAGAM
    • OPINI
    • VIRAL
  • NETWORK
    • ADVERTORIAL
    • SIN CHANNEL
    • DEPOK TIME
    • SUARA BEKASI NEWS
No Result
View All Result
  • HOME
  • BIROKRASI
    • SELANJUTNYA
      • SELANJUTNYA
        • SELANJUTNYA
          • SELANJUTNYA
            • KEMEN PPPA RI
            • KEMENSETNEG RI
            • KEMENKO KESRA RI
            • KEMENKO EKON RI
            • KEMENRISTEK RI
            • KEMEN KP RI
            • KEMENSOS RI
            • KEMEN BUMN RI
            • KEMEN PU RI
          • KEMENHUB RI
          • KEMENTAN RI
          • KEMENPERIN RI
          • KEMEN LH RI
          • KEMEN PANRB RI
          • KEMENPERA RI
          • KEMEN KUKM RI
          • KEMENAKER RI
          • KEMEN PPN RI
          • KEMEN PDT RI
        • KPI RI
        • KPK RI
        • KPU RI
        • KY RI
        • KEMEN KP RI
        • KEMENRISTEK RI
        • KEMENKES RI
        • KEMENKEU RI
        • KEMENKOMINFO RI
        • KEMENDIKBUD RI
      • MA RI
      • MK RI
      • BPK RI
      • KEMENDAGRI RI
      • KEMENKUMHAM RI
      • KEMENLU RI
      • KEMENAG RI
      • KEMEN ESDM RI
      • KEMENHUT RI
      • TNI-POLRI
    • PRESIDEN RI
    • WAKIL PRESIDEN RI
    • DPR RI
    • MPR RI
    • DPD RI
    • KEMENDAG RI
    • KEMHAN RI
    • KEMENPORA RI
    • KEMENKO POLHUKAM RI
    • KEMENKO PMK RI
    • KEMENPAREKRAF RI
    • BNPB RI
  • NEWS
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • DAERAH
    • POLITIK
    • BMKG
  • EKBIS
  • OTOMOTIF
    Tampil Mewah dan Berwibawa, Hongqi E-HS9 Bawa Filosofi Taihe ke Era Mobil Listrik Modern

    Tampil Mewah dan Berwibawa, Hongqi E-HS9 Bawa Filosofi Taihe ke Era Mobil Listrik Modern

    Hyundai Buka Pesanan IONIQ 3 di Eropa, Harga Mulai Rp400 Jutaan

    Hyundai Buka Pesanan IONIQ 3 di Eropa, Harga Mulai Rp400 Jutaan

    Hyundai Ioniq V Resmi Buka Pre-Sale di China, Harga Mulai Rp400 Jutaan

    Hyundai Ioniq V Resmi Buka Pre-Sale di China, Harga Mulai Rp400 Jutaan

    Ahmad Sahroni: Merdeka Ride 2026 Bukan Sekadar Konvoi, HDCI Lindungi 5.000 Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan Selama 3 Tahun

    Ahmad Sahroni: Merdeka Ride 2026 Bukan Sekadar Konvoi, HDCI Lindungi 5.000 Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan Selama 3 Tahun

    Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp874 Juta dan Tenaga 338 HP

    Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp874 Juta dan Tenaga 338 HP

    Cuma Rp2 Miliar, Volvo EX90 Jadi Mobil Baru Asal Swedia yang Menggoda di GIIAS

    Cuma Rp2 Miliar, Volvo EX90 Jadi Mobil Baru Asal Swedia yang Menggoda di GIIAS

  • OLAHRAGA
    Persija vs Persib Kembali ke GBK, Izin Polisi Jadi Sorotan Jelang 12 September

    Persija vs Persib Kembali ke GBK, Izin Polisi Jadi Sorotan Jelang 12 September

    Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo: Berikan yang Terbaik bagi Bangsamu

    Lepas Kontingen Asian Games 2026, Prabowo: Berikan yang Terbaik bagi Bangsamu

    MESSI BILANG “CUKUP!”: Sang Raja Argentina Tinggalkan Timnas di Usia 39 Tahun, 207 Laga dan 125 Gol Jadi Warisan

    MESSI BILANG “CUKUP!”: Sang Raja Argentina Tinggalkan Timnas di Usia 39 Tahun, 207 Laga dan 125 Gol Jadi Warisan

    Bola “Tangan Tuhan” Diego Maradona Terjual Rp54 Miliar, Jauh di Bawah Perkiraan Rp161 Miliar

    Bola “Tangan Tuhan” Diego Maradona Terjual Rp54 Miliar, Jauh di Bawah Perkiraan Rp161 Miliar

    Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Performa Menuju Asian Games Nagoya 2026

    Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Performa Menuju Asian Games Nagoya 2026

    Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    1.105 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

    1.105 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

    Erick Thohir Ingin Pramusim Indonesia Jadi Panggung Duel Klub Elite Eropa Lawan Tim Terbaik Tanah Air

    Erick Thohir Ingin Pramusim Indonesia Jadi Panggung Duel Klub Elite Eropa Lawan Tim Terbaik Tanah Air

    Demam Piala Dunia Dimanfaatkan! 220 Ribu Jersey Palsu Disita, Nilainya Tembus Rp408 Miliar

    Demam Piala Dunia Dimanfaatkan! 220 Ribu Jersey Palsu Disita, Nilainya Tembus Rp408 Miliar

  • LENSA UTAMA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • LIFESTYLE
    • TENTANG ARTIS
    • TENTANG KONSER
    • TENTANG TRAVELING
    • TENTANG FILM
    • TENTANG KULINER
    • TENTANG SEHAT
    • TENTANG CORD
    • TENTANG EVENT
  • RAGAM
    • OPINI
    • VIRAL
  • NETWORK
    • ADVERTORIAL
    • SIN CHANNEL
    • DEPOK TIME
    • SUARA BEKASI NEWS
No Result
View All Result
SUARAINDONEWS
No Result
View All Result
  • HOME
  • BIROKRASI
  • NEWS
  • EKBIS
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • LENSA UTAMA
  • LIFESTYLE
  • RAGAM
  • NETWORK
Home POLITIK

Gus Kikin, Nakhoda Baru Kapal Besar NU: Mengarungi Gelombang Zaman Menuju Pantai Harapan

suaraindonews by suaraindonews
14 September 2026
in POLITIK
0
Gus Kikin, Nakhoda Baru Kapal Besar NU: Mengarungi Gelombang Zaman Menuju Pantai Harapan

Ketua Umum DNIKS 2024–2029; Anggota DPR/MPR RI 1999–2013, Ahmad Effendy Choirie. (foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Nahdlatul Ulama kini mempunyai nakhoda baru. Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, memberikan amanah kepada KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) untuk memimpin PBNU sebagai Ketua Umum Tanfidziyah masa khidmat 2026–2031.

Ada sisi menarik dari amanah tersebut jika melihat perjalanan hidup Gus Kikin. Ia adalah putra KH Mahfudz Anwar dan kini mengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia juga memiliki pengalaman sebagai pengusaha serta pernah menempuh pendidikan tinggi di bidang pelayaran.

Kini Gus Kikin menghadapi pelayaran yang jauh lebih besar dan rumit: menakhodai Nahdlatul Ulama.

Kapal yang dinakhodainya bukan kapal kecil. NU telah melewati perjalanan satu abad dengan jumlah jamaah yang sangat besar dan beragam. Di dalamnya ada kiai, santri, petani, nelayan, pedagang, buruh, pengusaha, akademisi, profesional, birokrat, politisi, hingga diaspora Indonesia di berbagai penjuru dunia.

Kapal besar itu juga membawa muatan yang sangat berharga: warisan para muassis, tradisi pesantren, Ahlussunnah wal Jamaah, sejarah perjuangan kebangsaan, serta harapan jutaan warga.

Karena itu, menjadi Ketua Umum PBNU bukan sekadar memimpin organisasi besar. Tantangan sesungguhnya adalah menentukan ke mana kapal besar ini hendak dibawa pada abad kedua NU.

Pertanyaan inilah yang menurut saya harus menjadi titik tolak kepemimpinan Gus Kikin.

Gelombang Abad Kedua

Lautan yang dihadapi NU hari ini berbeda dengan seabad silam.

Dunia sedang mengalami perubahan geopolitik, revolusi teknologi digital dan kecerdasan buatan, perubahan iklim, kompetisi sumber daya alam, ketimpangan ekonomi, serta perubahan cara generasi muda memandang agama, otoritas, organisasi, dan kehidupan.

Indonesia sendiri masih menghadapi persoalan kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, kualitas pendidikan, kerusakan lingkungan, korupsi, dan ketidakadilan sosial.

Gelombang itu datang dari luar. Namun, NU juga menghadapi gelombang dari dalam.

Ketika sebuah organisasi tumbuh sangat besar, godaan yang muncul juga semakin besar: perebutan pengaruh, jabatan, sumber daya ekonomi, kedekatan dengan kekuasaan, serta tarik-menarik kepentingan politik.

Inilah paradoks organisasi besar. Kebesaran merupakan kekuatan. Namun, apabila tidak dikelola dengan baik, kebesaran juga dapat menjadi beban.

Karena itu, tantangan Gus Kikin bukan sekadar membuat NU semakin besar secara jumlah. NU sudah besar.

Tantangannya adalah membuat kebesaran NU semakin bermakna bagi umat.

Selesaikan Kompetisi, Mulailah Konsolidasi

Pekerjaan pertama adalah menyatukan kembali seluruh kekuatan NU setelah muktamar.

Muktamar memang melahirkan kompetisi. Perbedaan calon, dukungan, gagasan, dan strategi merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi besar. Namun, kompetisi harus mempunyai batas.

Ketika muktamar berakhir, pertarungan juga harus berakhir.

Tidak boleh ada kelompok yang merasa menang lalu menguasai seluruh ruang. Sebaliknya, jangan sampai ada kelompok yang merasa kalah kemudian memilih menjauh dari jam’iyah.

BACA JUGA :  Kaesang Masuk Daftar Pengganti Gibran Sebagai Wali Kota Surakarta

Gus Kikin harus menjadi Ketua Umum PBNU bagi seluruh warga NU, bukan hanya bagi mereka yang mendukungnya dalam muktamar.

Karena itu, kepengurusan baru PBNU perlu dibangun atas dasar kompetensi, integritas, representasi, dan kemampuan bekerja, bukan sekadar akomodasi politik.

NU terlalu besar apabila lima tahun ke depan energinya habis untuk mengelola faksi dan pertarungan internal.

Energi itu harus dipindahkan dari kompetisi menuju kolaborasi, dari perebutan posisi menuju pembagian peran, dan dari politik internal menuju khidmat kepada umat.

Kompas Para Muassis

Seorang nakhoda tidak hanya dituntut mampu menghadapi gelombang. Ia juga harus mengetahui arah. Di sinilah pentingnya kompas.

Bagi NU, kompas itu sebenarnya sudah tersedia: Qanun Asasi, Khittah Nahdlatul Ulama, nilai Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi pesantren, serta cita-cita para muassis.

Kembali kepada kompas bukan berarti membawa NU mundur ke masa lalu.

Sebaliknya, kaidah yang sangat dikenal di lingkungan NU, al-muhafazhatu ‘ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah, mengajarkan keseimbangan: menjaga tradisi lama yang baik sekaligus mengambil hal baru yang lebih baik.

Tradisi harus menjadi akar, bukan rantai.

NU harus tetap kokoh pada pesantren dan tradisi keilmuannya. Namun, pada saat yang sama, NU harus berani memasuki dunia ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, kesehatan, lingkungan, kecerdasan buatan, dan berbagai persoalan baru yang bahkan belum pernah dibayangkan para pendirinya.

Kompas tidak membuat kapal berhenti. Justru kompas memungkinkan kapal bergerak jauh tanpa kehilangan arah.

Jangan Sampai Kapal NU Terlalu Dekat dengan Kapal Kekuasaan

Salah satu gelombang paling sensitif bagi NU adalah hubungan dengan kekuasaan.

NU tidak mungkin dipisahkan dari politik. Warga NU mempunyai hak politik, dan sejarah NU sendiri merupakan bagian penting dari perjalanan politik serta kebangsaan Indonesia.

Namun, ada perbedaan mendasar antara politik kebangsaan dan politik kekuasaan.

NU harus kuat dalam politik kebangsaan, tetapi tidak boleh tenggelam dalam politik kekuasaan.

Kedekatan dengan pemerintah tentu tidak salah. Pemerintah mempunyai sumber daya dan kewenangan yang besar, sedangkan NU mempunyai jaringan sosial yang luas. Kolaborasi keduanya dapat menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat.

Tetapi kedekatan harus mempunyai batas.

NU jangan sampai kehilangan keberanian untuk menyampaikan kritik hanya karena terlalu dekat dengan kekuasaan. NU juga jangan sampai dipersepsikan masyarakat sekadar sebagai bagian dari konfigurasi kekuasaan.

Kekuasaan datang dan pergi. Pemerintahan berganti. NU tetap harus berdiri.

Karena itu, posisi terbaik NU adalah menjadi mitra strategis sekaligus kekuatan moral masyarakat sipil: mendukung pemerintah ketika kebijakannya benar dan berpihak kepada rakyat, tetapi berani mengingatkan ketika kekuasaan menyimpang dari keadilan dan kemaslahatan.

BACA JUGA :  Suharso Tunjuk Arwani Thomafi sebagai Sekjen PPP Setelah Bersedia Mundur dari DPR

Hubungan dengan kekuasaan harus menjadi instrumen perjuangan, bukan tujuan perjuangan.

Dari Kebesaran Organisasi Menuju Kesejahteraan Jamaah

Menurut saya, inilah salah satu pekerjaan terbesar NU pada abad keduanya.

NU mempunyai jamaah yang sangat besar. Tetapi pertanyaan yang lebih penting bukan berapa puluh juta orang mengaku NU.

Pertanyaannya: bagaimana keadaan kehidupan mereka?

Masih berapa banyak warga NU yang miskin? Berapa banyak keluarga yang kesulitan menyekolahkan anaknya? Bagaimana nasib petani, nelayan, buruh, guru madrasah, pedagang kecil, dan pelaku UMKM yang menjadi bagian besar dari basis sosial NU?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harus semakin banyak masuk ke ruang rapat PBNU.

NU mempunyai pesantren, madrasah, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga sosial, koperasi, jaringan pengusaha, kelompok tani, dan jutaan pelaku ekonomi. Potensi tersebut luar biasa.

Namun, potensi besar belum otomatis menjadi kekuatan ekonomi. Di sinilah pengalaman Gus Kikin sebagai pengusaha seharusnya menjadi salah satu modal kepemimpinannya.

NU membutuhkan lompatan dari sekadar ekonomi warga NU menuju kekuatan ekonomi warga NU yang terhubung dan terorganisasi.

Pesantren dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Koperasi dan badan usaha harus dikelola secara profesional. Pengusaha besar NU perlu terhubung dengan UMKM dan ekonomi pesantren. Perguruan tinggi NU harus menghasilkan inovasi. Teknologi digital harus membantu petani, nelayan, pedagang, dan pelaku usaha memperluas pasar.

Abad kedua NU seharusnya menjadi abad ketika kebesaran jamaah mulai diterjemahkan menjadi kemandirian dan kesejahteraan jamaah.

Kembali ke Pelabuhan Awal

Untuk mengetahui ke mana kapal harus menuju, kita perlu mengingat dari pelabuhan mana kapal ini dahulu diberangkatkan.

NU tidak lahir tiba-tiba pada 1926. Sebelumnya telah terdapat berbagai ikhtiar para ulama yang menggambarkan keluasan visi mereka.

Nahdlatul Wathan membawa semangat kebangsaan. Tashwirul Afkar menjadi ruang pemikiran dan pendidikan. Nahdlatut Tujjar menunjukkan perhatian pada perdagangan dan kekuatan ekonomi umat. Komite Hijaz memperlihatkan keberanian ulama Nusantara berhadapan dengan persoalan keagamaan internasional.

Artinya, sejak awal para muassis tidak memahami agama secara sempit.

Agama harus hadir dalam pendidikan, ekonomi, kebangsaan, kehidupan sosial, bahkan percaturan dunia.

Warisan inilah yang harus dibaca kembali secara kontekstual oleh kepemimpinan baru.

Apabila dahulu para pendiri membangun Nahdlatut Tujjar untuk memperkuat ekonomi umat, hari ini NU harus berbicara mengenai kemiskinan, UMKM, industri, ekonomi digital, lapangan kerja, dan kemandirian pesantren.

Apabila dahulu mereka mendirikan Tashwirul Afkar untuk mengembangkan pemikiran, hari ini NU harus berani memasuki perdebatan mengenai kecerdasan buatan, sains, perubahan iklim, bioetika, dan masa depan peradaban.

BACA JUGA :  Pertemuan Prabowo-Paloh Sempat Bicarakan Soal Penggabungan Koalisi

Apabila dahulu Komite Hijaz berani memasuki persoalan internasional, hari ini NU harus mempunyai suara moral yang kuat dalam menghadapi konflik, perang, ketidakadilan global, dan perjuangan kemanusiaan.

Itulah cara terbaik menghormati para pendiri: bukan hanya mengulang apa yang mereka lakukan, tetapi meneruskan keberanian mereka dalam menjawab persoalan zamannya.

Pantai Harapan

Lalu, di manakah pantai harapan kapal besar NU?

Menurut saya, pantai itu tidak berada di Istana, kementerian, parlemen, ataupun kursi-kursi kekuasaan.

Pantai harapan juga bukan sekadar bertambahnya gedung, struktur organisasi, aset, atau jabatan yang diisi kader NU.

Semua itu boleh menjadi instrumen. Tetapi bukan tujuan.

Pantai harapan adalah ketika agama semakin menjadi rahmat, umat semakin berilmu dan sejahtera, pesantren semakin maju, ekonomi jamaah semakin mandiri, kemiskinan semakin berkurang, persaudaraan semakin kokoh, dan NU semakin nyata manfaatnya bagi Indonesia dan kemanusiaan.

Di titik inilah cita-cita NU bertemu dengan cita-cita Republik Indonesia: melindungi segenap bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

NU untuk Islam dan Indonesia. Dalam spirit rahmatan lil ‘alamin, khidmat NU harus melampaui batas kelompoknya sendiri.

Gus Kikin kini berada di anjungan kapal besar itu.

Bekal sebagai kiai memberinya akar tradisi. Mengasuh pesantren memberinya pengalaman pendidikan dan kehidupan umat. Dunia usaha memberinya perspektif mengenai kemandirian ekonomi. Pendidikan pelayaran yang pernah ditempuhnya memberi metafora yang hampir sempurna bagi amanah yang sekarang dipikulnya.

Namun, menakhodai NU tentu jauh lebih rumit daripada mengemudikan kapal di lautan.

Akan ada angin yang menguntungkan. Akan ada gelombang yang mengguncang. Bahkan mungkin ada badai yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya.

Yang paling berbahaya sebenarnya bukanlah besarnya ombak. Yang paling berbahaya adalah kehilangan arah.

Karena itu, Gus Kikin tidak hanya membutuhkan kecakapan membaca gelombang zaman. Ia harus menjaga kompas para muassis, menyatukan seluruh awak, menjaga jarak yang sehat dengan kapal-kapal kekuasaan, dan memastikan kapal besar NU tidak sekadar terus berlayar, tetapi benar-benar bergerak menuju tujuan.

Jika itu dapat dilakukan, lima tahun kepemimpinan Gus Kikin kelak tidak hanya dikenang karena ia pernah menjadi Ketua Umum PBNU.

Ia akan dikenang sebagai nakhoda yang membawa kebesaran NU semakin dekat kepada cita-cita kelahirannya.

Organisasi, Persaudaraan, dan Pelayanan Kemanusiaan.

Selamat berlayar, Gus Kikin.

Ombak dan badai mungkin akan datang silih berganti. Peganglah kompas para muassis, rangkul seluruh awak kapal, dan bawalah kapal besar NU menuju pantai harapan: kemaslahatan dan kesejahteraan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Ketua Umum DNIKS 2024–2029; Anggota DPR/MPR RI 1999–2013, Ahmad Effendy Choirie.

(Purwantiningsih)

Dibaca : 7
Tags: headline
Previous Post

Rusia Mau Bangun Pabrik Pengolah Bauksit di Kalimantan

Next Post

Puan Kenang Bunga Mawar yang Dibawa Soekarno Saat Bertemu Wakil PM Bulgaria, Hingga Kini Masih Dibudidayakan di RI

Related Posts

Di Rakernas MDMC, Irman Gusman: Kepercayaan Publik Jadi Modal Perluas Jejaring Kemanusiaan
DPD RI

Di Rakernas MDMC, Irman Gusman: Kepercayaan Publik Jadi Modal Perluas Jejaring Kemanusiaan

14 September 2026
Puan Kenang Bunga Mawar yang Dibawa Soekarno Saat Bertemu Wakil PM Bulgaria, Hingga Kini Masih Dibudidayakan di RI
DPR RI

Puan Kenang Bunga Mawar yang Dibawa Soekarno Saat Bertemu Wakil PM Bulgaria, Hingga Kini Masih Dibudidayakan di RI

14 September 2026
Rusia Mau Bangun Pabrik Pengolah Bauksit di Kalimantan
EKBIS

Rusia Mau Bangun Pabrik Pengolah Bauksit di Kalimantan

14 September 2026
Perkiraan Jadwal Penting Ramadan 1448 H/2027
NASIONAL

Perkiraan Jadwal Penting Ramadan 1448 H/2027

13 September 2026
Bukan Sekadar Mobil Listrik, Tesla Roadster Disiapkan dengan Teknologi Roket SpaceX
LIFESTYLE

Bukan Sekadar Mobil Listrik, Tesla Roadster Disiapkan dengan Teknologi Roket SpaceX

13 September 2026
Syaiful Nuri Soroti Petugas Haji Daerah: Jangan Cuma “Ngintil”, PHD Harus Dapat Pelatihan Setara
DPR RI

Syaiful Nuri Soroti Petugas Haji Daerah: Jangan Cuma “Ngintil”, PHD Harus Dapat Pelatihan Setara

13 September 2026
Next Post
Puan Kenang Bunga Mawar yang Dibawa Soekarno Saat Bertemu Wakil PM Bulgaria, Hingga Kini Masih Dibudidayakan di RI

Puan Kenang Bunga Mawar yang Dibawa Soekarno Saat Bertemu Wakil PM Bulgaria, Hingga Kini Masih Dibudidayakan di RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Sari Yuliati Buka Mubes Kosgoro 1957, Targetkan Konsolidasi Struktur hingga Seluruh Provinsi dan 50 Persen Kabupaten/Kota

    Sari Yuliati Buka Mubes Kosgoro 1957, Targetkan Konsolidasi Struktur hingga Seluruh Provinsi dan 50 Persen Kabupaten/Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hubungan Intim di Pagi Hari Bagi Pasangan Suami Istri Banyak Manfaatnya Loh!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rusia Mau Bangun Pabrik Pengolah Bauksit di Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puan Kenang Bunga Mawar yang Dibawa Soekarno Saat Bertemu Wakil PM Bulgaria, Hingga Kini Masih Dibudidayakan di RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Kikin, Nakhoda Baru Kapal Besar NU: Mengarungi Gelombang Zaman Menuju Pantai Harapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0







  • INDEX
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • ABOUT US
  • KODE ETIK
  • VISI & MISI
  • JENJANG KARIR
  • RATE CARD 2026

© 2024 SUARAINDONEWS.COM - PT. DWIWARNA KREASI MEDIA

No Result
View All Result
  • HOME
  • BIROKRASI
    • SELANJUTNYA
      • SELANJUTNYA
      • MA RI
      • MK RI
      • BPK RI
      • KEMENDAGRI RI
      • KEMENKUMHAM RI
      • KEMENLU RI
      • KEMENAG RI
      • KEMEN ESDM RI
      • KEMENHUT RI
      • TNI-POLRI
    • PRESIDEN RI
    • WAKIL PRESIDEN RI
    • DPR RI
    • MPR RI
    • DPD RI
    • KEMENDAG RI
    • KEMHAN RI
    • KEMENPORA RI
    • KEMENKO POLHUKAM RI
    • KEMENKO PMK RI
    • KEMENPAREKRAF RI
    • BNPB RI
  • NEWS
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • DAERAH
    • POLITIK
    • BMKG
  • EKBIS
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • LENSA UTAMA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • LIFESTYLE
    • TENTANG ARTIS
    • TENTANG KONSER
    • TENTANG TRAVELING
    • TENTANG FILM
    • TENTANG KULINER
    • TENTANG SEHAT
    • TENTANG CORD
    • TENTANG EVENT
  • RAGAM
    • OPINI
    • VIRAL
  • NETWORK
    • ADVERTORIAL
    • SIN CHANNEL
    • DEPOK TIME
    • SUARA BEKASI NEWS

© 2024 SUARAINDONEWS.COM - PT. DWIWARNA KREASI MEDIA