SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Tesla kembali menggoda publik dengan kemunculan Roadster generasi terbaru. Setelah hampir sembilan tahun sejak pertama kali diperkenalkan sebagai prototipe, mobil listrik berperforma tinggi itu dijadwalkan mendapat pengungkapan baru pada 1 Oktober.
Tesla mengunggah gambar teaser bertuliskan “Go for launch” yang memperlihatkan siluet Roadster berwarna merah di bawah sorotan cahaya vertikal. Di bagian bawah gambar tercantum angka “10.01”, yang mengarah pada tanggal 1 Oktober.
Teaser tersebut langsung memunculkan dugaan bahwa Tesla akan memperlihatkan kemampuan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari janji Roadster, yakni kemampuan melayang menggunakan teknologi pendorong yang dikembangkan bersama SpaceX.
Tesla sendiri belum menjelaskan secara rinci bentuk acara pada 1 Oktober, termasuk lokasi maupun apakah pengungkapan tersebut akan disiarkan secara langsung.
Namun, halaman resmi Roadster Tesla juga menampilkan hitung mundur menuju tanggal yang sama.
Roadster terbaru pertama kali diperkenalkan Elon Musk pada November 2017. Saat itu Tesla menjanjikan sebuah mobil listrik dengan performa ekstrem, mulai dari akselerasi 0-60 mph kurang dari dua detik hingga kecepatan puncak lebih dari 250 mph.
Tesla juga sempat mengklaim mobil tersebut mampu menempuh jarak sekitar 620 mil atau hampir 1.000 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Harga awal yang diumumkan ketika itu mencapai 200.000 dolar AS, sedangkan varian Founders Series dibanderol 250.000 dolar AS.
Masalahnya, Roadster tak kunjung masuk produksi sesuai jadwal awal. Produksi yang semula ditargetkan 2020 terus mengalami penundaan dan beberapa kali bergeser ke tahun berikutnya.
Dalam beberapa kesempatan, jadwal produksi kembali berubah hingga Tesla menyebut kemungkinan produksi dimulai pada 2027 atau 2028.
Penundaan panjang tersebut membuat Roadster menjadi salah satu proyek Tesla yang paling lama dinantikan.
Bahkan, sebagian pemesan awal dikabarkan telah membatalkan reservasi. Saat pertama diperkenalkan, calon pembeli harus menyetor uang muka puluhan ribu dolar untuk mendapatkan slot Roadster.
Kini Tesla kembali membawa Roadster ke panggung dengan sesuatu yang jauh lebih ekstrem.
Salah satu teknologi yang paling banyak menjadi sorotan adalah rencana penggunaan cold-air thruster atau pendorong udara dingin yang dikembangkan dengan teknologi SpaceX.
Teknologi tersebut sebelumnya disebut akan digunakan untuk mendemonstrasikan kemampuan Roadster melayang di udara.
Meski demikian, konsep “mobil terbang” Tesla tidak berarti Roadster akan menjadi kendaraan terbang yang dapat digunakan masyarakat di jalan raya maupun udara seperti pesawat.
Demo yang sebelumnya dilaporkan justru disebut akan dilakukan secara terbatas dan dikendalikan dari jarak jauh. Mobil demonstrasi tersebut juga diperkirakan bukan versi produksi yang bisa langsung dibeli dan dikendarai konsumen di jalan umum.
Artinya, pengungkapan pada 1 Oktober kemungkinan lebih banyak menjadi demonstrasi teknologi dibandingkan peluncuran mobil produksi massal.
Roadster juga bukan satu-satunya proyek Tesla yang kembali menjadi perhatian setelah lama diperkenalkan. Perusahaan tersebut dalam beberapa waktu terakhir kembali menghidupkan sejumlah proyek dan produk yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik.
Karena itu, pengungkapan Roadster pada 1 Oktober menjadi momen penting untuk melihat apakah Tesla akhirnya benar-benar membawa teknologi tersebut dari sekadar janji menjadi demonstrasi nyata.
Jika benar Roadster dapat melayang seperti yang selama ini digambarkan, Tesla akan kembali membuat gebrakan di dunia mobil listrik.
Namun bagi calon pembeli, pertanyaan yang lebih penting tetap sama: kapan Roadster versi produksi benar-benar tersedia dan bisa dibeli?
Sebab setelah hampir satu dekade, publik bukan hanya menunggu mobil listrik yang bisa melayang, tetapi juga Roadster yang benar-benar masuk produksi dan berada di tangan konsumen.
(Rizki Fadillah)

























