SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Ferrari Luce sempat menjadi bahan ejekan ketika pertama kali diperkenalkan sebagai mobil listrik penuh pertama Ferrari. Bahkan, kritik datang dari mantan petinggi Ferrari yang menilai desain Luce seperti penghinaan bagi penggemar merek berlogo kuda jingkrak itu.
Namun, Ferrari justru mendapat kejutan besar. Salah satu unit Luce versi khusus berhasil terjual US$40 juta atau sekitar Rp600 miliar dalam lelang amal RM Sotheby’s di Monterey Car Week, California.
Harga tersebut membuat Ferrari Luce mencatat rekor sebagai mobil baru termahal yang pernah terjual melalui lelang.
Yang bikin geleng-geleng kepala, sebelumnya unit khusus tersebut diperkirakan hanya akan terjual sekitar £750.000 atau sekitar Rp16 miliar.
Lelang dimulai dari US$1 juta. Tawaran kemudian melesat dengan cepat, bahkan beberapa kali naik hingga US$5 juta dalam sekali gebrakan.
Persaingan akhirnya berhenti di angka US$40 juta.
Seorang pria muda mengenakan jas hitam menjadi penawar terakhir. Di tengah suasana lelang yang tegang, ia sempat meneriakkan angka “30”, kemudian “35”, dan akhirnya “40” juta dolar.
Palu pun diketuk.
“Terjual,” kata juru lelang RM Sotheby’s Sholto Gilbertson.
Nama pembeli belum diumumkan. Namun, rumor yang beredar menyebut pembelinya mungkin merupakan miliarder Silicon Valley yang memiliki kedekatan dengan proyek tersebut. Nama CEO Apple Tim Cook dan pengusaha Laurene Powell Jobs ikut disebut-sebut, meski belum ada konfirmasi.
Ferrari Luce Sempat Bikin Saham Tertekan
Sebelum mencetak rekor lelang, perjalanan Luce justru tidak mulus.
Saat diperkenalkan pada Mei, Ferrari mendapat kritik keras. Bahkan harga saham perusahaan sempat turun sekitar 8 persen setelah peluncuran.
Mantan Chairman Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo, mengatakan Luce berisiko merusak mitos Ferrari. Ia bahkan menyarankan agar mobil tersebut tidak menggunakan logo kuda jingkrak.
Kritik lainnya datang dari mantan eksekutif Ferrari yang menyebut Luce sebagai “penghinaan estetika dan teknologi” bagi pecinta Ferrari.
Ada pula yang membandingkannya dengan Nissan Leaf.
Di media sosial, seorang investor asal Spanyol bahkan menulis komentar pedas setelah melihat hasil lelang:
“US$40 juta untuk mesin cuci dengan logo Ferrari.”
Pedas memang. Tapi angka lelang berbicara lain.
Ferrari Kehilangan Kepala Pemasaran
Kontroversi Luce juga berimbas ke internal perusahaan.
Enrico Galliera, yang telah bekerja selama 16 tahun di Ferrari, meninggalkan posisi sebagai kepala pemasaran perusahaan.
Posisinya kemudian digantikan Massimiliano Di Silvestre, mantan kepala BMW untuk operasi Italia.
Meski mendapat kritik, CEO Ferrari Benedetto Vigna tetap membela Luce.
Menurut Vigna, Ferrari sudah menerima pesanan untuk mobil tersebut. Ia juga menolak anggapan bahwa Luce meniru mobil listrik lain.
Intinya sederhana: jangan cuma lihat fotonya.
Menurut Vigna, Luce harus dilihat dan dikendarai untuk memahami bahwa mobil tersebut bukan hasil meniru, baik dari interior, eksterior maupun performanya.
Empat Motor Listrik, 122 kWh
Di balik desain yang menjadi bahan perdebatan, Ferrari Luce membawa teknologi yang cukup serius.
Mobil ini merupakan sedan empat pintu yang menggunakan empat motor listrik dan baterai berkapasitas 122 kWh.
Tenaganya mampu membawa Luce mencapai kecepatan maksimum sekitar 190 mph atau 306 km/jam.
Akselerasi 0–62 mph atau sekitar 0–100 km/jam hanya membutuhkan 2,5 detik.
Jarak tempuhnya diklaim mencapai sekitar 329 mil atau 529 kilometer dalam kondisi baterai penuh.
Jadi, kalau ada yang bilang Luce cuma Ferrari yang dipasangi baterai, spesifikasinya jelas tidak sesederhana itu.
Yang Terjual Bukan Luce Biasa
Mobil yang terjual US$40 juta tersebut bukan unit produksi biasa.
Mobil itu merupakan tailor-made one-off, kendaraan unik yang dibuat khusus berdasarkan spesifikasi tertentu.
Unit dengan nomor sasis 0 tersebut dirancang bersama LoveFrom, studio desain yang didirikan Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik desain iPhone dan iMac.
Bodinya menggunakan warna mother-of-pearl white atau putih mutiara.
Hasil penjualan tersebut tidak masuk seluruhnya ke kantong Ferrari. Dana lelang akan disumbangkan melalui Ferrari Foundation untuk mendukung berbagai inisiatif pendidikan global.
Bukan Mobil Termahal Sepanjang Masa
Meski mencetak rekor sebagai mobil baru termahal yang terjual di lelang, Ferrari Luce masih jauh dari rekor mobil termahal sepanjang sejarah.
Pada 2023, sebuah Ferrari 250 GTO tahun 1962 terjual sekitar £42 juta.
Kemudian pada Januari, Ferrari 250 GTO Bianco Speciale yang hanya dibuat satu unit terjual sekitar £32,86 juta.
Sementara rekor mobil termahal yang pernah terjual di lelang masih dipegang Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coupé 1955.
Mobil tersebut terjual seharga €135 juta atau sekitar £115 juta pada 2022.
Jadi, Ferrari Luce boleh saja dicibir karena desainnya.
Boleh dibilang mirip Nissan Leaf.
Boleh disebut “mesin cuci pakai logo Ferrari”.
Tetapi ketika palu lelang diketuk di angka US$40 juta, Luce punya jawaban sendiri:
“Yang penting laku, Bos!”
(Riana P)

























