SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Pangeran Khairul Saleh, menyoroti kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang dinilai semakin memprihatinkan.
Pangeran mengaku menerima laporan dari Bumi Rescue 690 Kabupaten Banjar dan sejumlah relawan terkait kondisi karhutla di wilayah tersebut. Menurutnya, para relawan bahkan hampir setiap hari turun tangan melakukan pemadaman.
“Hampir setiap hari, relawan di Kabupaten Banjar melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Data di Kabupaten Banjar, khususnya dari BPBD Kabupaten Banjar yang dilaporkan kepada Provinsi Kalsel, bahwa kejadian kebakaran di Kabupaten Banjar hingga sekarang mencapai 450 titik,” ujar Pangeran, Jumat (11/9/2026).
Ia menyebut, angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Persoalan lain yang disoroti Pangeran adalah minimnya dukungan peralatan bagi para relawan yang berada di lapangan. Padahal, para relawan secara sukarela membantu masyarakat menangani karhutla.
Menurutnya, relawan juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar dan menyerahkan laporan terkait kondisi karhutla, termasuk hasil laporan dari Kementerian Kehutanan. Namun, Kabupaten Banjar disebut tidak tercantum sebagai daerah yang mendapatkan bantuan.
“Relawan membantu masyarakat Kabupaten Banjar tidak mengharapkan imbalan, tapi peralatan yang digunakan sangat minim. Para relawan makan dibantu masyarakat sekitar lokasi kejadian. Yang membantu adalah masyarakat,” katanya.
Minta Pemerintah Tak Abaikan Banjar
Pangeran menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan relawan harus bekerja bersama untuk mengatasi kebakaran yang terus berulang.
Ia pun mempertanyakan kondisi tersebut karena Kabupaten Banjar dinilai belum mendapatkan dukungan yang memadai meski jumlah titik karhutla cukup tinggi.
“Penanganan karhutla ini harus diselesaikan secara bersama-sama, namun seolah-olah Kabupaten Banjar tidak mendapatkan keadilan,” tegasnya.
Pangeran meminta pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kondisi masyarakat Kabupaten Banjar. Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto mendengar langsung keluhan masyarakat dan relawan di daerah tersebut.
“Masyarakat Kabupaten Banjar tidak berharap banyak, masyarakat cuma minta keadilan, karena Kabupaten Banjar juga bagian dari NKRI. Saya berharap pemerintah, khususnya Bapak Presiden bisa mendengar langsung keluh kesah masyarakat Kabupaten Banjar,” katanya.
Di sisi lain, Pangeran meminta persoalan penanganan karhutla di Banjar tidak ditarik ke ranah politik. Menurutnya, masyarakat dan relawan saat ini hanya membutuhkan dukungan agar kebakaran dapat segera dipadamkan dan kualitas udara kembali membaik.
“Kalau ada kepentingan politik di luar sana, saya berharap upaya ini tidak dikait-kaitkan. Masyarakat hanya menginginkan udara segar kembali. Relawan sering berkoordinasi, namun seolah-olah tidak didengar,” pungkasnya.
(Agung Suhartono)























