SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Merek mobil premium asal China, Avatr, semakin serius bermain di segmen SUV mewah. Setelah menampilkan sejumlah model premium, Avatr kini memamerkan SUV flagship terbaru yang berukuran lebih dari lima meter dan mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV).
SUV tersebut dikenal sebagai Avatr T09, nama yang muncul dalam dokumen sertifikasi terbaru Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT).
Menariknya, kemunculan T09 terjadi ketika Avatr tengah bersiap masuk ke pasar Australia. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah SUV terbesar Avatr tersebut akan diproduksi dalam konfigurasi setir kanan yang dibutuhkan untuk pasar Australia.
Avatr sendiri merupakan merek premium yang berada di bawah ekosistem Changan Automobile dan dibangun dengan dukungan teknologi Huawei serta baterai CATL. Ketiga perusahaan tersebut sebelumnya mengembangkan arsitektur kendaraan pintar CHN untuk produk Avatr.
SUV 5,2 Meter, Enam Penumpang
Dari data MIIT, Avatr T09 memiliki dimensi yang tergolong jumbo. Panjangnya mencapai 5.285 mm, lebar 2.025 mm, tinggi 1.810–1.820 mm, dengan jarak sumbu roda 3.150 mm.
SUV ini menawarkan konfigurasi enam penumpang, dengan kursi model captain seat pada baris kedua.
Sebagai gambaran, panjang T09 bahkan sekitar 80 mm lebih panjang dibanding Nissan Patrol Y63 terbaru, sedangkan wheelbase-nya 75 mm lebih panjang.
Dengan ukuran tersebut, T09 diposisikan sebagai SUV flagship yang menyasar konsumen kelas atas.
Desain eksteriornya juga dibuat berbeda dari sejumlah model Avatr sebelumnya. Bodinya mengusung bentuk kotak dengan fender tegas, grille besar berbentuk persegi panjang, aksen krom, serta pilihan warna bodi dua warna yang memberikan kesan SUV ultra-mewah.
Bagian depan mempertahankan ciri khas Avatr berupa desain lampu bertingkat. Namun, pada T09 elemen pencahayaan dibuat lebih besar dengan detail menyerupai kristal.
Avatr juga menawarkan sejumlah opsi eksterior, termasuk desain grille, pelek, roof glass, bumper, side step, roof rail, hingga kelir dua warna.
PHEV dengan Tiga Motor Listrik
Salah satu daya tarik terbesar Avatr T09 berada di balik kap mesinnya.
Dokumen MIIT mencantumkan dua pilihan sistem plug-in hybrid.
Varian pertama menggunakan mesin bensin turbo 1,5 liter dengan tenaga bersih 105 kW. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik depan 180 kW dan motor listrik belakang 310 kW.
Sementara varian kedua memakai mesin turbo 2,0 liter dengan tenaga bersih 150 kW. Sistem elektrifikasinya terdiri dari satu motor listrik depan 180 kW dan dua motor listrik belakang yang masing-masing menghasilkan 225 kW.
Artinya, varian tertinggi T09 menggunakan tiga motor listrik sekaligus.
Kedua versi memiliki kecepatan maksimum 220 km/jam.
Untuk baterai, T09 menggunakan baterai lithium ternary berkapasitas 71,24 kWh yang dipasok melalui perusahaan terkait CATL.
Baterai tersebut diklaim mampu memberikan jarak tempuh menggunakan tenaga listrik sekitar 300–330 kilometer. Standar pengujian untuk angka tersebut belum disebutkan secara jelas dalam dokumen yang dikutip media China.
Bobot kosong T09 juga tergolong berat, mulai dari 2.880 kg hingga 3.035 kg, tergantung konfigurasi.
Bawa Teknologi Huawei
Sebagai bagian dari ekosistem Avatr, teknologi pintar Huawei menjadi salah satu daya tarik T09.
Media otomotif China melaporkan SUV flagship tersebut dipersiapkan menggunakan sistem bantuan pengemudi pintar Huawei Qiankun ADS 5.
Model ini juga diperkirakan membawa konfigurasi sensor LiDAR generasi baru. CnEVPost melaporkan T09 diperkirakan menggunakan empat sensor LiDAR dalam sistem bantuan pengemudinya.
Avatr sebelumnya telah mengumumkan bahwa SUV flagship seri 9 tersebut dikembangkan bersama Huawei Qiankun. Model ini disebut sebagai SUV pertama Avatr yang dikembangkan melalui kolaborasi penuh dengan Huawei pada sisi tersebut.
Bidik Pasar Australia
Kemunculan T09 juga menarik karena Avatr sedang menyiapkan ekspansi ke Australia.
Changan tengah membangun jaringan penjualan dan layanan untuk Avatr di negara tersebut. Rekrutmen lokal bahkan telah mengacu pada pembentukan jaringan “Avatr/Changan sales and service network”.
Avatr diproyeksikan menjadi merek premium Changan yang berhadapan dengan merek seperti Zeekr dan Denza, sekaligus membidik konsumen yang selama ini bermain di kelas Volvo, Audi dan Lexus.
Namun, untuk T09 sendiri, belum ada kepastian mengenai spesifikasi Australia, harga maupun jadwal peluncurannya.
Persoalan lainnya adalah konfigurasi setir. Australia menggunakan kendaraan setir kanan, sedangkan belum ada konfirmasi bahwa T09 akan diproduksi dalam versi tersebut. Karena itu, kehadiran T09 di pasar Australia masih harus menunggu keputusan Avatr mengenai spesifikasi ekspornya.
Avatr menargetkan SUV flagship seri 9 ini meluncur di China pada akhir 2026. Harga resminya hingga kini belum diumumkan.
Jika benar masuk pasar internasional, Avatr T09 berpotensi menjadi salah satu SUV China paling besar dan paling bertenaga yang ditawarkan merek premium asal Negeri Tirai Bambu, dengan kombinasi bodi jumbo, konfigurasi enam kursi, teknologi Huawei dan sistem PHEV tiga motor listrik.
(Riana P)
























