SUARAINDONEWS.COM, NEW YORK — New York Fashion Week (NYFW) kembali menjadi panggung besar dunia mode. Ajang yang berlangsung pada 10–15 September 2026 ini menghadirkan koleksi Spring/Summer 2027 dari puluhan rumah mode dan desainer.
Council of Fashion Designers of America (CFDA) mencatat sekitar 70 pertunjukan runway dan presentasi desainer masuk dalam jadwal resmi NYFW tahun ini.
Nama-nama besar seperti Ralph Lauren, Calvin Klein, Carolina Herrera, Michael Kors, Coach, Tommy Hilfiger, Tory Burch, Christian Siriano hingga Thom Browne ikut meramaikan pekan mode tersebut.
Gaya klasik Amerika kembali naik daun
Salah satu cerita besar NYFW 2026 adalah kebangkitan kembali gaya klasik Amerika.
Reuters mencatat sejumlah brand warisan Amerika mulai menarik perhatian konsumen muda, khususnya generasi Z.
Ralph Lauren dan Coach menjadi contoh merek yang berhasil menggabungkan identitas klasik dengan pendekatan yang lebih modern. Tommy Hilfiger juga kembali tampil di NYFW setelah sempat absen.
Tommy Hilfiger bikin comeback
Tommy Hilfiger mencuri perhatian pada hari pertama NYFW dengan koleksi Spring/Summer 2027 yang digelar di Plaza Hotel.
Model Gigi Hadid membuka pertunjukan dengan busana bernuansa khas Tommy Hilfiger.
Koleksi tersebut menampilkan polo berukuran oversized, bucket hat bermotif kotak-kotak, warna merah dan biru khas Tommy, hingga berbagai warna cerah.
Hilfiger menyebut koleksi tersebut sebagai upaya untuk mengolah kembali gaya klasik agar lebih dekat dengan generasi muda.
Penampilan tersebut sekaligus menandai kembalinya Tommy Hilfiger ke panggung resmi NYFW.
Sejumlah nama terkenal seperti Kate Moss, Camila Cabello, Jisoo dan Patrick Schwarzenegger ikut hadir di barisan depan.
Christian Siriano bawa nuansa Prancis
Pada hari yang sama, Christian Siriano menghadirkan koleksi Spring/Summer 2027 dengan inspirasi dari romantisme dan fantasi Prancis abad ke-18.
Koleksinya dipenuhi corset, kain berornamen dan gaun dramatis.
Warna-warna yang digunakan bergerak dari nuansa monokrom hingga pink, ungu dan motif bunga yang lebih berani.
Sabyasachi ikut mencuri perhatian
NYFW 2026 juga memberikan ruang bagi desainer internasional.
Desainer asal India Sabyasachi Mukherjee masuk dalam jadwal resmi NYFW untuk pertama kalinya.
Selain Sabyasachi, sejumlah nama baru seperti Conner Ives, Magda Butrym, Benjamin Seidler, Max Esmail dan Patrick Taylor juga masuk dalam kalender resmi.
Kehadiran desainer dari luar Amerika memperlihatkan bahwa NYFW semakin menjadi panggung global, bukan hanya milik rumah mode Amerika.
Fashion makin terbuka untuk publik
Ada perubahan menarik lainnya. NYFW tidak hanya bisa dinikmati oleh tamu undangan, editor mode dan pelaku industri.
CFDA bersama Rockefeller Center kembali menghadirkan NYFW Live at Rockefeller Center.
Selama 10–15 September, sejumlah pertunjukan NYFW ditayangkan pada layar raksasa berukuran sekitar 27 × 28 kaki di Rockefeller Center.
Puluhan desainer dan brand ikut dalam program tersebut, termasuk Calvin Klein, Carolina Herrera, Coach, Ralph Lauren, Michael Kors, Marc Jacobs, Tommy Hilfiger, Tory Burch dan Thom Browne.
CFDA menyebut program tersebut sebagai cara membawa pengalaman fashion week keluar dari lingkungan eksklusif industri mode dan mendekatkannya kepada masyarakat umum.
Tren fashion makin ekspresif
Setelah seluruh rangkaian pertunjukan berakhir, sejumlah tren mulai terlihat jelas.
Fashion Spring/Summer 2027 tidak hanya bermain dengan pakaian yang rapi dan klasik. Para desainer juga mengeksplorasi gaya feminin yang lebih sensual, aksesori besar, detail historis, permainan bentuk serta elemen yang bisa digunakan dengan berbagai cara.
Vogue mencatat beberapa kecenderungan yang menonjol, mulai dari aksesori di bagian pinggang, gaya feminin yang lebih sensual, desain modular hingga sentuhan estetika era 1960-an.
Alam dan gaya “kabur sejenak” ikut masuk runway
Tren lain yang cukup kuat adalah munculnya inspirasi dari alam.
Sejumlah desainer membawa unsur hutan, bunga, kupu-kupu, serangga, perjalanan dan kehidupan luar ruang ke dalam koleksi mereka.
Washington Post melihat kecenderungan tersebut sebagai bentuk keinginan untuk “log off” atau sejenak menjauh dari hiruk-pikuk dunia digital dan berbagai kecemasan global.
Fashion pun menjadi semacam ruang untuk kembali ke alam, nostalgia dan suasana yang lebih tenang.
Aksesori kembali jadi pusat perhatian
Detail kecil juga tidak kalah penting.
Marie Claire mencatat munculnya kembali cummerbund, mantel sutra panjang, dusters dan kalung bergaya chatelaine sebagai sejumlah tren yang mencolok di NYFW Spring/Summer 2027.
Gaya tersebut memadukan referensi sejarah dengan potongan modern sehingga menghasilkan tampilan yang lebih dramatis sekaligus personal.
Bukan cuma fashion, NYFW juga penuh drama
Di balik gemerlap runway, NYFW tahun ini juga sempat menjadi sorotan karena persoalan di luar koleksi.
Washington Post melaporkan CEO CFDA Steven Kolb ditempatkan dalam status cuti sementara setelah insiden dengan demonstran dalam salah satu acara NYFW. Kasus tersebut menjadi salah satu cerita kontroversial yang ikut mewarnai pekan mode tahun ini.
Meski begitu, perhatian utama tetap tertuju pada koleksi para desainer dan perubahan tren yang mereka bawa.
NYFW tetap jadi barometer mode dunia
Dengan sekitar 70 pertunjukan dan presentasi, kehadiran rumah mode besar, desainer pendatang baru, selebritas serta akses tontonan publik, NYFW 2026 kembali menunjukkan pengaruhnya terhadap industri fashion global.
Dari gaya klasik Amerika yang dibuat lebih muda, warna berani, busana romantis hingga inspirasi alam, koleksi Spring/Summer 2027 memperlihatkan satu pesan besar: fashion tidak harus selalu serius.
Mode semakin menjadi ruang untuk berekspresi, bermain dengan identitas, sekaligus membaca perubahan budaya dan gaya hidup masyarakat.
(Rizki Fadillah)
























