SUARAINDONEWS. COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta percepatan transformasi PT PLN (Persero) guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keandalan layanan kelistrikan nasional.
Prabowo juga mendorong akselerasi pemanfaatan energi baru terbarukan melalui proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).
Hal itu disampaikan oleh CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani usai pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar.
Rosan mengatakan, Prabowo meminta agar transformasi PLN segera disiapkan terutama dalam pembenahan model bisnis perusahaan, sehingga dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
“Intinya, kami membicarakan bagaimana mengakselerasi transformasi di PLN agar menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih tanggap. Kami juga membahas percepatan penggunaan 100 GWp panel surya,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan bahwa Prabowo meminta agar rancangan transformasi itu khususnya terkait model bisnis PLN, segera dipaparkan untuk ditindaklanjuti. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan tim PLN guna melakukan asesmen dan menyusun usulan transformasi secara menyeluruh.
“Transformasi ini terutama dari segi model bisnisnya, agar segera dibuat dan dipaparkan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti. Harapannya, langkah ini juga dapat mengurangi subsidi serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas PLN,” kata Rosan.
Menurut Rosan, evaluasi model bisnis diperlukan untuk memastikan operasional PLN berjalan lebih efisien sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kebutuhan listrik di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, mengatakan pertumbuhan ekonomi yang baik turut mendorong peningkatan permintaan listrik. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan keandalan infrastruktur serta pemeliharaan sistem kelistrikan.
“Ekonomi kita yang tumbuh baik menyebabkan permintaan listrik melonjak cukup tinggi. Ini sebetulnya merupakan sinyal yang baik, tetapi harus diikuti dengan keandalan dan pemeliharaan yang lebih baik,” ujar Suroso.
Suroso mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki termasuk pada sistem kelistrikan di Batam. Gangguan pada salah satu transformator sebelumnya menyebabkan pemadaman dan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
PLN juga akan mengevaluasi pemeliharaan infrastruktur kelistrikan untuk memastikan kesiapan sistem dalam menghadapi peningkatan kebutuhan listrik.
“Kami menyadari banyak yang harus ditingkatkan, termasuk di Batam. Karena itu, kami perlu meninjau kembali seluruh pemeliharaan yang ada untuk mendukung pertumbuhan permintaan listrik yang luar biasa,” ujarnya.
Terkait penyebab gangguan listrik di Batam, Suroso menyampaikan bahwa PLN masih melakukan penelusuran secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki.
Suroso juga menyampaikan bahwa layanan listrik di Batam telah pulih 100 persen pada saat pernyataan disampaikan, sedangkan pemulihan di Bintan masih berlangsung untuk sebagian wilayah.
Adapun mengenai kemungkinan kompensasi bagi pelanggan terdampak, ia mengatakan PLN akan melakukan peninjauan sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah penanganan pemulihan menjadi prioritas utama.
“Pada saat ini, prioritas pertama kami adalah memulihkan kembali pelayanan kepada masyarakat. Setelah itu, mekanisme kompensasi akan kami tinjau sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.
(Yulianto)























