SUARAINDONEWS. COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman di tengah antrean BBM yang terjadi di Bali. Pemerintah akan terus mengevaluasi kendala distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Bahlil menyampaikan bahwa stok BBM nasional saat ini berada pada kisaran 16 hingga 18 hari ke depan. Menurutnya, persoalan antrean yang terjadi di Bali kemungkinan berkaitan dengan kendala distribusi, bukan ketersediaan stok nasional.
“Kalau stok nasional itu kita di angka 16 sampai 18 hari, jadi masih clear, enggak ada masalah secara stok nasional. Jadi mungkin distribusinya yang sedikit terkendala,” ujar Bahlil usai rapat terbatas bersama dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (14/10).
Bahlil mengatakan pemerintah akan menggelar rapat untuk mendengarkan laporan terkini mengenai situasi distribusi BBM di Bali. Ia menyebut Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri telah berada di Bali untuk menangani persoalan tersebut.
“Di Bali, Pak Simon sudah di sana, Pak Dirut Pertamina. Karena kita tahu bahwa pemerintah kan regulator, implementasi itu semua adalah BUMN, dalam hal ini Pertamina,” kata Bahlil.
Bahlil menegaskan akan terlebih dahulu mendengarkan perkembangan terbaru sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Saya harus balik dulu rapat untuk mendengar laporan terkait perkembangan terkini dari Bali, ya,” ujarnya.
Terkait harga BBM, Bahlil juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi dapat berfluktuasi mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
“Harga untuk subsidi masih tetap tidak ada perubahan. Kalau harga menyangkut dengan BBM yang di luar subsidi, itu pasti akan terjadi fluktuatif berdasarkan harga perkembangan dunia, ya,” imbuhnya.
(Yulianto)
























