SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang. Angka tersebut turun sekitar 24 ribu orang dibandingkan kondisi pada Februari 2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan, penurunan jumlah pengangguran terjadi seiring meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja.
“Tenaga kerja yang tidak terserap atau menganggur sebanyak 7,22 juta atau turun sekitar 24.000 orang dibandingkan Februari 2026,” kata Edy dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Jumlah tersebut bertambah sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 148,19 juta orang telah bekerja atau meningkat sekitar 522 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya.
Sejalan dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan. Pada Mei 2026, TPT tercatat sebesar 4,65 persen atau turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026.
BPS juga mencatat jumlah pekerja penuh mencapai 98,98 juta orang pada Mei 2026, meningkat sekitar 391 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 38,41 juta orang atau naik sekitar 71 ribu orang. Adapun jumlah setengah pengangguran mencapai 10,78 juta orang atau bertambah sekitar 59 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Data Sakernas Mei 2026 menunjukkan pasar tenaga kerja nasional masih mengalami penambahan jumlah pekerja dan penurunan tingkat pengangguran, meski jumlah pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran juga mengalami peningkatan pada periode yang sama.
(Purwantiningsih)

























