SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah mengoptimalkan pencarian penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9) dini hari. Saat ini, personel penyelamat hingga operasi _underwater_ (bawah laut) telah ditambah.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan saat ini jumlah personel yang dikerahkan mencapai lebih dari 600 orang. Harapannya, proses pencarian penumpang dapat semakin optimal, sehingga lebih banyak lagi penumpang yang bisa diselamatkan.
“Bahwa hari ini kita mendapatkan tambahan kekuatan untuk melakukan operasi SAR dari beberapa pihak, sehingga diharapkan operasi yang dilakukan akan semakin lebih baik dan lebih besar lagi untuk kita berupaya semaksimal mungkin agar dapat bisa menemukan saudara-saudara kita yang mengalami kecelakaan di kapal Virgo Transport 8,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9).
Dudy menjelaskan KMP Virgo Transport 8 tidak kelebihan muatan saat berlayar. Berdasarkan informasi yang diterima, kapasitas kapal tersebut bahkan tidak terisi maksimal.
“Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak _overload_. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut,” ucapnya.
Sementara, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii mengatakan pemerintah juga mengerahkan lebih banyak armada untuk melakukan pencarian korban serta melaksanakan operasi bawah laut.
Untuk armada udara, ada penambahan 5 pesawat yang berasal dari Basarnas, Polri, TNI AL, dan BNPB. Kemudian dari unsur laut, ada 17 kapal yang dioperasikan.
“Kita berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal. Jadi beberapa personel yang akan kita terjunkan mulai dari Basarnas itu sendiri, Basarnas Special Group, kemudian kita mengerahkan dari Kopaska, TNI AL, dan juga teman-teman tim penyelam yang akan kita siapkan,” kata Syafii.
Pada kesempatan itu, ia memastikan seluruh proses pencarian dilakukan dengan mengikuti instruksi keselamatan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Tentunya operasi ini bisa kita laksanakan dengan atas dasar safety, artinya mudah-mudahan cuaca bagus, sehingga memungkinkan untuk kita laksanakan operasi _underwater_,” tutupnya.
(Robby Bustami)

























