SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan meteorologis yang melanda sejumlah wilayah Ibu Kota.
Berdasarkan pemutakhiran informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Jakarta masuk kategori Awas kekeringan meteorologis pada periode 11–20 September 2026.
Kondisi tersebut dipicu minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir yang berpotensi berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan dan menggunakan air secara bijak. Langkah tersebut penting dilakukan untuk menjaga ketersediaan cadangan air selama periode kering.
Masyarakat juga diminta tidak menganggap remeh kondisi cuaca kering. Selain berpotensi mengurangi ketersediaan air, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dan lahan terbuka.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau. Sebanyak 1.027 personel lintas instansi dan 29 mobil tangki disiagakan untuk menghadapi berbagai dampak musim kemarau, termasuk kekeringan, kekurangan air bersih dan kebakaran.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat ditangani apabila terjadi gangguan ketersediaan air bersih maupun kondisi darurat lainnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Warga dapat memanfaatkan layanan darurat 112 apabila membutuhkan penanganan cepat.
Pemerintah mengimbau masyarakat bersama-sama menghadapi kondisi kemarau dengan menghemat penggunaan air, tidak membakar sampah sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Kondisi kekeringan meteorologis sendiri merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menggambarkan rendahnya curah hujan dalam periode tertentu. Peringatan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan dampak kekeringan.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, masyarakat Jakarta diharapkan dapat menggunakan air secara lebih efisien sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hingga kondisi cuaca kembali membaik.
(Agus Marwan)
























