SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau berita di media sosial yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Imbauan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi teknis bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Dalam rakor tersebut, Agus didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Hadir pula Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta pimpinan Komisi I dan Komisi III DPR RI.
Agus mengatakan, rapat membahas sejumlah isu strategis, termasuk langkah pengamanan di berbagai wilayah. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Agus.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Karena itu, TNI akan terus melakukan patroli di berbagai wilayah untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Agus menegaskan, pengamanan juga akan diperkuat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan TNI sudah dan akan terus melaksanakan patroli di wilayah-wilayah untuk mengamankan masyarakat dan membuat rasa aman di masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menyambut perayaan HUT Kemerdekaan RI dengan penuh kegembiraan.
“Apalagi nanti akan kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan, mari kita sambut dengan bergembira perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI,” katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai pengerahan personel, Agus mengatakan TNI akan berkoordinasi dengan Polri serta berbagai elemen masyarakat dalam pelaksanaan pengamanan.
“Kita juga berkoordinasi dengan Kepolisian dan elemen masyarakat lainnya supaya dalam pelaksanaan kegiatan pengamanannya bisa berkolaborasi,” ujarnya.
Agus menambahkan, pengamanan telah dipetakan di masing-masing wilayah. Dalam pelaksanaannya, TNI akan membantu Polri sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Jadi tiap wilayah kita siapkan pengamanan. Tentunya secara SOP kita membantu Kepolisian,” katanya.
Terkait berita hoaks yang menjadi perhatian dalam rakor, Agus menyebut informasi palsu yang beredar di masyarakat antara lain menyangkut institusi TNI.
“Ya banyak, ya, tentang TNI dan sebagainya. Jadi berita itu kan beredar sangat masif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Agus kembali mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.
( Kiki Apriyansyah)

























