SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Bro, Sis! Kalau biasanya motor listrik identik dengan desain futuristis yang bikin mata melotot, pabrikan asal Swedia, RGNT Motorcycles, justru punya resep berbeda. Tampilannya klasik, gayanya kalem, tetapi tenaganya jangan diremehkan!
Kenalin, RGNT Street Classic dan RGNT Street Scrambler. Dua motor listrik yang tampil dengan gaya neo-retro alias tampang jadul, tetapi jantungnya sudah pakai teknologi masa kini.
Nah, meski satu keluarga, keduanya punya karakter berbeda. Street Classic cocok buat kalian yang lebih sering melibas jalanan aspal. Sementara Street Scrambler tampil lebih siap buat pengendara yang sesekali ingin menjelajah jalur yang belum beraspal.
Jadi, mau tampil rapi di jalanan kota atau sedikit bergaya petualang? Tinggal pilih sesuai selera. Rambut boleh klimis, sepatu boleh berdebu, motornya tinggal menyesuaikan!
Lalu, bagaimana soal performanya?
Jangan tertipu sama tampang klasiknya, Bro! Kedua motor ini punya kecepatan maksimum hingga 135 kilometer per jam. Akselerasi dari nol sampai 100 kilometer per jam diklaim hanya membutuhkan waktu 3,9 detik.
Buat motor listrik bergaya retro, angka tersebut tentu menarik perhatian. Tarikan instan khas motor listrik bikin sensasi berkendara terasa berbeda. Baru putar gas, dorongannya langsung terasa!
Untuk baterai, tersedia dua pilihan kapasitas, yakni 8,3 kWh dan versi Long Range sebesar 10,1 kWh.
Menurut RGNT, baterai standar menawarkan jarak tempuh sekitar 139 kilometer, sedangkan versi Long Range diklaim mampu mencapai 170 kilometer berdasarkan pengujian WLTP.
Artinya, pengendara bisa memilih antara baterai standar atau kapasitas lebih besar untuk menunjang perjalanan yang lebih jauh. Namun, jarak tempuh sebenarnya tetap bisa berubah tergantung kecepatan, kondisi jalan, cuaca, dan gaya berkendara.
Yang bikin makin menarik, motor ini dirakit secara manual di Swedia!
RGNT memproduksi sepeda motornya di bengkel sendiri di Anneberg, wilayah pesisir barat Swedia, di selatan Gothenburg.
Bukan produksi massal dengan jalur perakitan besar-besaran, RGNT mengandalkan produksi dalam jumlah terbatas dengan pengerjaan dan penyelesaian secara manual.
Perusahaan menyebut telah mengirimkan lebih dari 600 sepeda motor. Jumlah itu membuat motor RGNT relatif jarang terlihat di jalan dibandingkan merek yang diproduksi dalam skala besar.
Desainnya mengusung gaya neo-retro, memadukan garis klasik dan detail sederhana dengan teknologi penggerak listrik modern.
Bahasanya begini, Bro: tampilannya nggak teriak minta perhatian, tetapi tetap punya ciri khas. Bukan motor yang harus kelihatan galak untuk bikin orang menoleh!
Jadi, RGNT Street Classic atau Street Scrambler?
Kalau kalian lebih suka berkendara di jalan raya dengan tampilan klasik yang rapi, Street Classic bisa menjadi pilihan menarik. Kalau lebih suka gaya petualang dan sesekali ingin melewati jalan yang belum beraspal, Street Scrambler menawarkan karakter berbeda.
Keduanya membawa kombinasi performa, desain retro, dan teknologi listrik dalam satu paket.
Namun, perlu dicatat, informasi yang tersedia belum mencantumkan harga kedua model tersebut maupun kepastian pemasarannya di Indonesia.
Jadi, jangan buru-buru menjual motor lama dulu, ya!
Sekarang pertanyaannya, Bro dan Sis: kalian tim motor listrik retro yang kalem atau tim scrambler yang siap diajak main tanah?
Ingat, motornya boleh bergaya klasik, tetapi teknologi di dalamnya sudah zaman sekarang. Nggak perlu knalpot meraung-raung untuk bikin perjalanan terasa berkelas!
(Yulianto)
























