SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pemerintah India mengambil langkah divestasi dengan melepas sebagian kepemilikannya di perusahaan asuransi milik negara, Life Insurance Corporation of India (LIC), guna memperkuat kondisi fiskal yang tengah tertekan.
Dilaporkan Reuters dan CNBC International, Kamis (6/8/2026), pemerintah India menawarkan hingga 6,5 persen saham LIC kepada investor institusi dan ritel dengan harga 382 rupee per saham. Penawaran tersebut diperkirakan dapat menghimpun dana sekitar 314 miliar rupee atau setara Rp59 triliun.
Harga penawaran itu berada sekitar 11 persen di bawah harga penutupan saham sebelumnya. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk menarik minat investor di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak.
Divestasi LIC merupakan bagian dari target pemerintah India menghimpun 800 miliar rupee melalui penjualan aset negara hingga akhir tahun fiskal Maret 2027.
Selain LIC, pemerintah juga berencana melepas sebagian kepemilikan di perusahaan tambang batu bara Coal India dan perusahaan pembangkit listrik tenaga air NHPC. Hingga saat ini, pemerintah diperkirakan telah mengumpulkan sekitar 526 miliar rupee atau sekitar dua pertiga dari target tahunan.
Pemerintah India juga melanjutkan rencana divestasi di sektor perbankan. Sebelumnya, Goldman Sachs ditunjuk untuk mengelola penjualan saham di sejumlah bank milik negara, termasuk UCO Bank dan Punjab and Sind Bank. Sementara itu, proses penjualan IDBI Bank kembali mendapat minat dari Fairfax Financial Holdings asal Kanada dan Emirates NBD dari Uni Emirat Arab.
Langkah agresif tersebut dilakukan di tengah melemahnya penerimaan negara setelah pemerintah memangkas sejumlah tarif pajak tidak langsung. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran target defisit fiskal sebesar 4,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) akan sulit tercapai.
Analis ANZ juga memperkirakan kenaikan subsidi pupuk dan beban pembayaran utang berpotensi memperlebar defisit fiskal hingga 0,3 persen dari PDB, sehingga mendorong pemerintah India mempercepat program divestasi aset negara.
(Ginanjar Prio Wibowo)

























