SUARAINDONEWS. COM, Simalungun – PT Evyap Sabun Indonesia resmi mengoperasikan fasilitas produksi oleokimia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Perusahaan asal Turki itu menanamkan investasi sekitar US$130 juta atau setara lebih dari Rp2,1 triliun.
Peresmian pabrik dilakukan dalam Grand Opening Ceremony di KEK Sei Mangkei, Kamis (2/7). Kehadiran Evyap dinilai menjadi dorongan baru bagi pengembangan hilirisasi industri berbasis kelapa sawit sekaligus memperkuat daya saing ekspor Indonesia.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengatakan investasi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor asing terhadap iklim investasi di Indonesia.
“Investasi ini menjadi bukti keberhasilan pengembangan KEK dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Masuknya Evyap juga memperkuat dominasi Penanaman Modal Asing (PMA) di kawasan ekonomi khusus. Hingga Semester I 2025, investasi di seluruh KEK mencapai Rp153,3 triliun dari 153 perusahaan. Sekitar 73% berasal dari PMA, sementara 27% merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Sementara itu, hingga Triwulan I 2026, KEK Sei Mangkei telah mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp31,8 triliun dan menyerap 14.689 tenaga kerja. Kawasan ini dinilai strategis karena berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka.
CEO Life Chemistry Evyap, Saw Lee Chyan, mengatakan KEK Sei Mangkei dipilih karena memberikan kemudahan investasi melalui layanan terintegrasi atau one-stop solution, sehingga pembangunan fasilitas produksi dapat berjalan lebih cepat.
Pabrik yang dibangun selama sekitar tiga tahun sejak Maret 2023 itu kini memproduksi berbagai produk oleokimia, seperti fatty acids, glycerin, soap noodles, hingga produk jadi. Total kapasitas produksinya mencapai 650 ribu ton per tahun untuk memenuhi permintaan pasar di lebih dari 55 negara.
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera, menilai investasi tersebut akan memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.
Menurutnya, kehadiran Evyap tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong alih teknologi, memperkuat pemasok domestik, dan meningkatkan daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global.
Pemerintah berharap investasi ini semakin memperkuat posisi KEK Sei Mangkei sebagai pusat hilirisasi kelapa sawit sekaligus salah satu kawasan industri strategis yang mampu menarik investasi manufaktur berorientasi ekspor.
(Anton)

























