SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Percaya atau tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian ternyata masih menjadi bagian penting dari pandangan hidup masyarakat di Asia. Namun, tingkat keyakinan tersebut berbeda-beda di setiap negara.
Berdasarkan data World Values Survey (WVS) 2017-2022 yang dikutip Seasia Stats, Indonesia berada di peringkat ketujuh dari 11 negara Asia yang masuk dalam daftar tingkat kepercayaan terhadap kehidupan setelah kematian.
Sebanyak 73,5 persen responden di Indonesia menyatakan percaya adanya kehidupan setelah kematian.
Angka tersebut memang belum menjadi yang tertinggi di Asia. Indonesia masih berada di bawah Filipina yang mencapai 83,8 persen dan Malaysia sebesar 81,9 persen.
Namun, posisi Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Thailand, Vietnam, Jepang, dan China.
Negara dengan tingkat kepercayaan tertinggi adalah Bangladesh, dengan angka mencapai 98,8 persen.
Berikut daftar lengkapnya:
- Bangladesh — 98,8 persen
- Turki — 91,8 persen
- Iran — 91,3 persen
- Pakistan — 89,3 persen
- Filipina — 83,8 persen
- Malaysia — 81,9 persen
- Indonesia — 73,5 persen
- Thailand — 57,1 persen
- Vietnam — 34,1 persen
- Jepang — 32,2 persen
- China — 11,5 persen
Dengan demikian, jika pertanyaannya “Indonesia nomor berapa?”, jawabannya adalah peringkat ketujuh.
Indonesia Masih Tinggi
Angka 73,5 persen menunjukkan bahwa mayoritas responden Indonesia dalam survei tersebut percaya adanya kehidupan setelah kematian.
Posisi Indonesia juga cukup menarik jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Filipina berada di posisi kelima dengan 83,8 persen, sementara Malaysia berada di posisi keenam dengan 81,9 persen.
Indonesia kemudian menyusul dengan 73,5 persen.
Di bawah Indonesia, tingkat kepercayaan turun cukup jauh. Thailand tercatat 57,1 persen, Vietnam 34,1 persen, dan Jepang 32,2 persen.
Sementara itu, China berada paling bawah dalam daftar dengan hanya 11,5 persen responden yang menyatakan percaya adanya kehidupan setelah kematian.
Perbedaan antara Bangladesh dan China juga sangat mencolok. Bangladesh mencapai 98,8 persen, sedangkan China hanya 11,5 persen. Artinya terdapat selisih 87,3 poin persentase.
Bukan Ukuran Tunggal Religiusitas
Meski menarik, angka tersebut tidak bisa langsung dianggap sebagai ukuran tunggal tingkat religiusitas sebuah negara.
Seasia Stats menjelaskan bahwa data tersebut secara khusus mengukur jawaban responden mengenai keyakinan terhadap “life after death” atau kehidupan setelah kematian. WVS menyediakan pilihan jawaban terkait percaya, tidak percaya, tidak tahu, maupun tidak menjawab.
World Values Survey sendiri menyebut Wave 7 mencakup 64 negara dan masyarakat dengan lebih dari 80.000 responden, yang dilakukan pada periode 2017-2022.
Karena itu, istilah yang lebih tepat dalam pemberitaan adalah “percaya adanya kehidupan setelah kematian”, bukan secara otomatis menyamakan jawaban seluruh responden dengan konsep “akhirat” dalam pengertian agama tertentu.
Data Lain Juga Menunjukkan Keyakinan Orang Indonesia Tinggi
Menariknya, survei Pew Research Center yang diterbitkan pada 2025 menggunakan pertanyaan berbeda dan menemukan angka yang lebih tinggi untuk Indonesia.
Dalam survei global terhadap 35 negara, 85 persen orang dewasa Indonesia mengatakan kemungkinan atau pasti ada kehidupan setelah kematian. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara negara-negara yang disurvei Pew dalam studi tersebut.
Perbedaan angka antara 73,5 persen dalam WVS dan 85 persen dalam survei Pew bukan berarti salah satu survei pasti keliru. Keduanya menggunakan survei, pertanyaan, periode dan desain penelitian yang berbeda.
Data WVS yang dikutip Seasia Stats menjadi dasar daftar 11 negara Asia di atas, sedangkan survei Pew dilakukan pada 2024 dan mencakup 35 negara.
Artinya, satu hal yang cukup jelas: keyakinan terhadap kehidupan setelah kematian masih dianut mayoritas masyarakat Indonesia, meski besarannya dapat berbeda tergantung survei dan metode pengukuran yang digunakan.
(Agus Marwan)

























