SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan dan tanggapan terhadap 76 nama calon Tim Pemeriksa Daerah (TPD) unsur masyarakat periode 2026-2027.
Pengumuman tersebut mulai dibuka pada Senin, 5 Oktober 2026, dan masyarakat diberi waktu selama lima hari untuk mencermati nama-nama calon yang diajukan dari 38 provinsi di Indonesia.
Ketua DKPP Heddy Lugito mengatakan pengumuman calon dilakukan sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas. Masyarakat diminta ikut mencermati rekam jejak dan kelayakan para calon sebelum mereka ditetapkan.
“DKPP mengumumkan 76 nama calon TPD unsur masyarakat periode 2026-2027 selama lima hari, mulai 5 Oktober sampai dengan 9 Oktober 2026. Masyarakat dapat melihat, mencermati, dan memastikan kelayakan nama-nama tersebut,” kata Heddy.
Menurut Heddy, DKPP membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait rekam jejak maupun kelayakan calon.
Bisa Kirim Masukan Lewat Email DKPP
Masyarakat yang memiliki informasi atau tanggapan terhadap calon TPD dapat menyampaikannya melalui email bag.tpd@dkpp.go.id.
Heddy menjelaskan, setiap masukan yang masuk nantinya akan diklarifikasi kepada calon yang bersangkutan.
“Silakan disimak nama-namanya. Keterbukaan dan partisipasi masyarakat ini sangat penting dalam penegakan Kode Etik Penyelenggara Pemilu secara khusus dan demokrasi Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Ada Syarat Khusus Calon TPD
Pengumuman tersebut mengacu pada Pasal 10 ayat (1) huruf d Peraturan DKPP Nomor 5 Tahun 2017 tentang Tim Pemeriksa Daerah.
Beberapa persyaratan calon TPD unsur masyarakat antara lain:
- Berusia paling rendah 40 tahun.
- Tidak menjadi anggota partai politik sekurang-kurangnya selama lima tahun.
- Berpendidikan minimal S-1.
- Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih.
DKPP memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencermati seluruh nama tersebut hingga 9 Oktober 2026.
Jika sampai batas waktu tersebut tidak ada tanggapan masyarakat yang diterima, DKPP akan melanjutkan proses pengukuhan.
“Jika sampai 9 Oktober 2026 tidak ada tanggapan masyarakat yang diterima DKPP, maka 76 nama dari 38 provinsi di seluruh Indonesia ini akan dikukuhkan DKPP sebagai TPD unsur masyarakat,” kata Heddy.
DKPP selanjutnya akan mengukuhkan tiga unsur TPD, yakni unsur KPU, unsur Bawaslu, dan unsur masyarakat dari 38 provinsi.
TPD Bertugas Bantu Sidang Dugaan Pelanggaran Etik
TPD merupakan tim ad hoc yang dibentuk DKPP untuk membantu pelaksanaan sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) di daerah.
Keanggotaan TPD terdiri atas unsur KPU Provinsi/KIP Aceh, Bawaslu Provinsi, dan masyarakat.
Khusus TPD unsur masyarakat, prosesnya dilakukan melalui pencermatan dan masukan publik. Sementara TPD unsur KPU Provinsi/KIP Aceh dan unsur Bawaslu Provinsi ditetapkan DKPP berdasarkan usulan lembaga masing-masing.
Daftar 76 Calon TPD Unsur Masyarakat 2026-2027
Berikut daftar calon TPD unsur masyarakat yang diumumkan DKPP dari 38 provinsi:
| No | Provinsi | Calon TPD |
|---|---|---|
| 1 | Aceh | Marini, S.Pt., M.Si.; Ramdona, S.H. |
| 2 | Sumatera Utara | Assoc. Prof. Dr. Erwin Asmadi, S.H., M.H.; Prof. Dr. Samsul Bahri, M.Si. |
| 3 | Sumatera Barat | Samaratul Fuad, S.H.; Yose Hendra, S.S., M.Hum. |
| 4 | Sumatera Selatan | Dr. H. Achmand Syarifudin, S.Ag., M.A.; Dr. Syahril Jamil, M.Ag. |
| 5 | Riau | Wankardi Wandi, S.Sos.; Dr. Muammar Alkadafi, S.Sos., M.Si. |
| 6 | Kepulauan Riau | Dr. Hos Arie Rhamadhan Sibarani, S.H., M.H.; Vincensius Pangihutan M. Ndruru |
| 7 | Kep. Bangka Belitung | Rusdiar, S.AP., M.Si., M.M.; Farid Wajdi, S.Ag., M.Si. |
| 8 | Bengkulu | Siti Baroroh, S.Ag., M.Si.; Susanto, S.TP., M.H. |
| 9 | Jambi | Nazarudin, Ph.D.; Dr. Musthafa Lutfhi, S.Ag., M.M. |
| 10 | Lampung | Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I.; Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak. |
| 11 | Banten | M. Fahmi Musyafa, S.I.Kom.; Yusrianto, S.Pd. |
| 12 | DKI Jakarta | Prof. Dr. Suparji Achmad, S.H., M.H.; Dr. Dewi Iryani, S.H., M.H. |
| 13 | Jawa Barat | Firman Manan, S.IP., M.A.; Dr. Rafih Sri Wulandari, S.IP., M.Si. |
| 14 | Jawa Tengah | Dra. Puji Astuti, M.Si.; Dr. Jadmiko Anom Husodo, S.H., M.H. |
| 15 | D.I. Yogyakarta | Prof. Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si.; Dr. Sri Peni Wastutiningsih |
| 16 | Jawa Timur | Jarotd Hermansyah, S.Psi., M.Psi.; Faizal Kurniawan, S.H., M.H., LL.M., ACIArb. |
| 17 | Bali | Dr. I Made Anom Wiranata, S.IP., M.A.; I Dewa Putu Singarsa, S.P., M.Si. |
| 18 | Kalimantan Barat | Dr. Akhmad Yani, S.E.; M. Darusalam, S.E., M.A.P., C.Med. |
| 19 | Kalimantan Timur | Ebin Marwi, S.H.I., M.H.; Dr. J. Kuleh, S.E., M.Si., QSEP. |
| 20 | Kalimantan Tengah | Dr. Tri Hidayati, S.H.I., M.H.; Dr. Oktav Pahlevi, S.IP., M.I.P. |
| 21 | Kalimantan Utara | Oche William Keintjem, S.H., M.H.; Drs. Petrus Linthin Sanggaria |
| 22 | Kalimantan Selatan | Dr. Hj. Erlina, S.H., M.H.; Dr. Saprudin, S.H., LL.M. |
| 23 | Sulawesi Tenggara | Dr. Ahmad Rustan, S.H., M.H.; Dr. Hamiruddin Udu, S.Pd., M.Hum. |
| 24 | Sulawesi Barat | Sulfan Sulo, S.IP., M.Si.; Dr. Rustang, S.Ag., M.Pd.I. |
| 25 | Sulawesi Tengah | Dr. Muja’hidah, S.H., M.H.; Dr. Imran, S.H., M.H. |
| 26 | Sulawesi Selatan | Dr. Muhammad Syahid, S.T., M.T.; Yan Malino, S.Th., M.Pd.K. |
| 27 | Sulawesi Utara | Dr. Bobby Audy Lompoliuw, M.Pd.; Dr. Feiby Ismail, S.Pd.I., M.Pd. |
| 28 | Gorontalo | Ir. Abdul Malik I. Buna, M.Kom.; Prof. Dr. Lukman Abdul Rauf Laliyo, M.Pd., M.M. |
| 29 | Nusa Tenggara Timur | Boli Tonda Baso, S.Sos., M.Si.; Eusabius Separera Niron, M.IP. |
| 30 | Nusa Tenggara Barat | Ahmad Zuhairi, S.H., M.H.; Dr. Ary Wahyudi, S.H., M.H. |
| 31 | Maluku | Dr. Djufri Rays Pattilouw, S.E., M.Si.; Nikolas Nimrod Okmemera, S.H. |
| 32 | Maluku Utara | Dr. Siti Barora Sinay, S.H., M.H.; Dr. Mustafa A.H. Ruhama, S.Pd., M.Sc. |
| 33 | Papua | Johanis H. Maturbongs, S.H., M.H.; Johannes H. Winerungan, S.H. |
| 34 | Papua Tengah | Eddy Clifyan Wabes, S.H., M.H., CPM; Elisa Simunapendi, S.E. |
| 35 | Papua Pegunungan | Yance Tenouye, S.H.; Niritius Kiwo, S.P. |
| 36 | Papua Selatan | Moksen Baadila, S.T.; Jeremias Yumame, S.Sos., M.E. |
| 37 | Papua Barat | Deliana Kuway, S.Th., M.Pd.; Syors Antonius Prawar, S.Pd. |
| 38 | Papua Barat Daya | Roberth B. Yumame, S.Sos.; Baharudin A. Canno, S.H. |
Masyarakat masih memiliki kesempatan sampai 9 Oktober 2026 untuk mencermati 76 nama tersebut dan menyampaikan masukan kepada DKPP.
( Agung Suhartono)

























