SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kisah inspiratif datang dari seorang penjual es puter keliling asal Cirebon. Ili (62), yang sehari-hari berjualan es “tung-tung”, akhirnya bisa berangkat haji bersama sang istri setelah menabung selama 21 tahun.
Sejak 2005, Pak Ili mulai menyisihkan uang dari hasil jualannya. Nominalnya tidak besar, hanya sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per hari. Jika sedang ada rezeki lebih, ia menabung hingga Rp50 ribu.
Dengan penghasilan sederhana dari berjualan es seharga Rp2.000 sampai Rp5.000, ia tetap konsisten menabung sedikit demi sedikit. Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil saat ia mendapatkan nomor porsi haji pada 2013.
Setelah penantian bertahun-tahun, Pak Ili dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026 bersama istrinya, Yayah (49).
Setiap hari, ia menyusuri gang-gang sempit untuk berjualan. Pendapatannya tak menentu, namun tekadnya untuk berangkat haji tak pernah goyah.
Kisah Pak Ili menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil. Konsistensi, kesabaran, dan kerja keras selama puluhan tahun akhirnya mengantarkannya ke titik yang diimpikan.
Dari suara “tung-tung” di jalanan, kini langkahnya menuju Tanah Suci.
(Anton)




















































