SUARAINDONEWS.COM, Amman – Sejarah dan sepak bola bertemu dalam satu panggung yang nyaris tak masuk akal. Saat sebagian besar penggemar Piala Dunia 2026 menyaksikan pertandingan dari stadion modern, layar televisi, atau kafe, ribuan warga Yordania justru memilih tempat yang telah berdiri hampir dua milenium lalu: Teater Romawi Amman.
Bangunan megah peninggalan Kekaisaran Romawi yang dibangun pada abad ke-2 Masehi itu mendadak berubah menjadi lautan merah-putih saat ribuan suporter memadati setiap anak tangga batu untuk menyaksikan debut bersejarah tim nasional Yordania di Piala Dunia 2026.
Di lokasi yang dahulu menjadi tempat pertunjukan seni, pidato publik, hingga berbagai aktivitas masyarakat Romawi kuno, kini terdengar nyanyian, sorakan, dan doa dari para pendukung Al-Nashama. Teater berkapasitas sekitar 6.000 penonton itu menjadi simbol perjalanan panjang sebuah bangsa yang akhirnya berhasil menembus panggung sepak bola terbesar dunia.
Momen tersebut terasa sangat emosional bagi rakyat Yordania. Setelah puluhan tahun berjuang di berbagai fase kualifikasi, negara Timur Tengah itu akhirnya berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Prestasi tersebut memicu euforia nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bahkan pemerintah Yordania sampai memberikan kelonggaran jam masuk kerja bagi pegawai sektor publik agar masyarakat dapat menyaksikan dan mendukung perjuangan tim nasional mereka di Piala Dunia. Langkah tersebut menunjukkan betapa besar arti pencapaian Al-Nashama bagi negara tersebut.
Yang membuat kisah ini semakin istimewa adalah lokasi nobar yang menjadi perhatian dunia. Teater Romawi Amman dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Antoninus Pius sekitar tahun 138–161 Masehi ketika wilayah tersebut masih dikenal sebagai Philadelphia, salah satu kota penting dalam Kekaisaran Romawi. Selama hampir 1.900 tahun, bangunan ini telah menyaksikan pergantian peradaban, kerajaan, perang, hingga lahirnya negara modern Yordania. Kini, teater itu menjadi saksi lahirnya sejarah baru sepak bola Yordania.
Foto-foto dan video yang beredar dari lokasi nobar langsung viral di berbagai media internasional dan media sosial. Ribuan orang tampak memenuhi tribun batu kuno sambil mengibarkan bendera Yordania, menciptakan pemandangan yang dianggap banyak netizen sebagai salah satu momen paling ikonik sepanjang Piala Dunia 2026.
Bagi banyak warga Yordania, hasil pertandingan mungkin akan terlupakan seiring waktu. Namun perasaan menyaksikan tim nasional tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya, di tengah bangunan yang telah berdiri sejak era Romawi kuno, akan menjadi kenangan yang terus hidup lintas generasi.
Karena pada malam itu, bukan hanya sepak bola yang sedang dimainkan. Sejarah sedang menulis babak baru di atas panggung yang telah bertahan selama hampir dua ribu tahun.
(Anton)

























