SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Platform video asal China, Bilibili, mulai serius memperluas bisnisnya ke pasar internasional. Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu platform video terbesar di China tersebut kini berupaya menarik pengguna dan kreator dari berbagai negara untuk menantang dominasi YouTube dan TikTok.
Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran kembali aplikasi internasional Bilibili pada Agustus 2026. Versi global awalnya tersedia untuk perangkat Android, sementara dukungan iOS diumumkan menyusul. Perkembangan terbaru juga menunjukkan aplikasi global tersebut telah mulai tersedia bagi pengguna iOS di sejumlah wilayah pada akhir Agustus.
Bilibili sendiri mengumumkan melalui akun resmi bilibili Creator Hub pada 19 Agustus 2026 bahwa aplikasi internasional mereka telah diluncurkan secara global. Dalam pengumuman tersebut, perusahaan menyebut versi internasional menawarkan distribusi konten secara global, lokalisasi yang lebih baik serta proses pendaftaran yang lebih mudah.
Salah satu perubahan paling penting adalah dihapusnya kewajiban verifikasi identitas bagi pengguna internasional. Sebelumnya, pengguna luar China yang ingin mengunggah konten melalui layanan utama Bilibili menghadapi persyaratan verifikasi menggunakan paspor atau dokumen identitas lainnya.
Dengan aturan baru tersebut, proses pendaftaran bagi pengguna luar China menjadi jauh lebih sederhana. Langkah ini dinilai penting karena Bilibili tidak hanya ingin menarik penonton internasional, tetapi juga mendorong kreator dari luar China untuk membuat dan mengunggah konten langsung ke platform tersebut.
Selain aplikasi, Bilibili juga dilaporkan tengah menyiapkan situs berbahasa Inggris. Perusahaan bahkan mulai membangun tim lokal di sejumlah kota strategis seperti Los Angeles, London, Mexico City, São Paulo, Istanbul, dan Tokyo.
Lowongan yang dibuka menunjukkan Bilibili membutuhkan tenaga untuk menangani komunitas, kreator, kerja sama konten dan pengembangan pasar lokal. Salah satu posisi yang dibuka di London misalnya berkaitan dengan perekrutan serta pengelolaan kreator lokal.
Tidak berhenti pada perekrutan tim, Bilibili juga mulai mendekati kreator internasional. Menurut laporan Semafor yang dikutip sejumlah media teknologi, perusahaan telah menyebarkan materi pemasaran kepada kreator dan membangun komunitas melalui Discord untuk membantu kreator memahami cara menggunakan platform tersebut.
Bilibili juga menawarkan peluang kerja sama antara kreator dan merek. Salah satu rencana yang sedang dikembangkan adalah marketplace yang memungkinkan kreator terhubung dengan brand untuk menghasilkan konten bersponsor.
Strategi ini menunjukkan bahwa Bilibili tidak sekadar ingin menjadi aplikasi video tambahan bagi pengguna luar China. Perusahaan tampaknya ingin membangun ekosistem kreator internasional yang dapat menghasilkan konten, memperoleh penonton, sekaligus mendapatkan peluang komersial dari platform.
Bilibili juga membawa kekuatan teknologi dalam ekspansi tersebut. Salah satu posisi yang dibuka di Singapura berkaitan dengan pengembangan sistem moderasi konten berbasis artificial intelligence (AI) untuk platform internasional.
Di sisi lain, sejumlah laporan menyebut Bilibili tengah memperkuat kemampuan lokalisasi dan penerjemahan konten. Fitur berbasis AI dapat membantu menjembatani perbedaan bahasa antara kreator China dan pengguna internasional.
Ambisi global tersebut didukung oleh basis pengguna Bilibili yang sudah sangat besar di China. Dalam laporan perusahaan, Bilibili mencatat 376 juta monthly active users (MAU) pada kuartal III 2025, dengan 117 juta daily active users (DAU). Rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna mencapai 112 menit per hari.
Pada kuartal I 2025, Bilibili juga telah mencatat 368 juta pengguna aktif bulanan dan 106,7 juta pengguna aktif harian. Angka tersebut menunjukkan perusahaan memiliki basis komunitas yang sangat besar sebelum benar-benar memperluas jangkauannya ke pasar internasional.
Bilibili selama ini memiliki karakter berbeda dibandingkan YouTube maupun TikTok. Platform tersebut tumbuh kuat dari komunitas anak muda China dan dikenal dengan konten anime, game, musik, teknologi, edukasi serta berbagai konten kreator. Seiring perkembangan bisnisnya, basis pengguna Bilibili juga semakin matang. Pada kuartal I 2025, rata-rata usia pengguna aktifnya mencapai 26 tahun.
Ekspansi internasional kini menjadi peluang baru untuk memperluas ekosistem tersebut. Bagi kreator, Bilibili menawarkan alternatif untuk mendapatkan audiens baru di tengah persaingan yang semakin ketat di YouTube, TikTok, Instagram, dan platform video lainnya.
Namun, perjalanan Bilibili untuk menjadi pemain global bukan tanpa tantangan.
Salah satunya adalah perbedaan regulasi antara China dan negara-negara tempat Bilibili ingin berkembang. Media teknologi juga menyoroti kemungkinan munculnya perhatian regulator terhadap Bilibili jika platform tersebut berhasil mencapai skala pengguna global yang besar, terutama terkait pengelolaan data dan moderasi konten.
Selain itu, Bilibili harus meyakinkan kreator internasional bahwa platform tersebut mampu memberikan sistem monetisasi yang menarik, distribusi konten yang kompetitif, perlindungan hak cipta, serta ekosistem yang nyaman bagi kreator.
Laporan mengenai program pembayaran kreator juga mulai bermunculan. Salah satu pemberitaan menyebut adanya pembahasan mengenai potensi pembayaran berdasarkan jumlah tayangan, termasuk angka sekitar US$0,70 per 1.000 views dalam program tertentu. Namun, angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi sebagai standar pembayaran global Bilibili sehingga tidak tepat dianggap sebagai tarif pasti.
Di tengah persaingan tersebut, langkah Bilibili cukup agresif. Perusahaan tidak hanya membuka akses aplikasi, tetapi juga menghapus hambatan pendaftaran, membangun tim di luar China, mencari kreator lokal, menyiapkan situs berbahasa Inggris dan mengembangkan teknologi AI untuk mendukung operasi global.
Dengan basis pengguna ratusan juta di pasar domestik dan strategi baru untuk merekrut kreator internasional, Bilibili kini mencoba mengubah citranya dari sekadar “YouTube-nya China” menjadi platform video global.
Jika strategi tersebut berhasil, persaingan industri video internet dunia bisa semakin panas. Kreator tidak lagi hanya memiliki YouTube, TikTok atau Instagram sebagai pilihan utama, tetapi juga Bilibili sebagai pemain baru yang tengah agresif mencari tempat di pasar global.
(Agus Marwan)
























