SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Mau punya baterai cadangan listrik di rumah, tapi belum siap langsung keluar duit untuk sistem jumbo? Anker SOLIX X1 punya konsep yang cukup menarik: mulai kecil dulu, kalau kebutuhan listrik makin besar tinggal tambah baterai.
Anker SOLIX X1 merupakan sistem penyimpanan energi rumah dengan desain modular. Kapasitas dasarnya dimulai dari 5 kWh menggunakan satu modul baterai, lalu bisa ditambah sampai 30 kWh dalam satu sistem dengan maksimal enam modul baterai.
Nah, bagian yang bikin angkanya terdengar seperti tidak mau kalah dengan gardu listrik adalah kemampuan sistem ini untuk diperbesar lagi.
Anker menyebut hingga enam sistem X1 dapat diparalelkan, sehingga kapasitas totalnya bisa mencapai 180 kWh dengan daya hingga 36 kW pada konfigurasi yang didukung. Jadi, angka 180 kWh itu bukan satu baterai segede lemari es, melainkan hasil menggabungkan beberapa sistem.
Konsepnya kurang lebih begini: rumah kecil bisa mulai dari 5 kWh. Kebutuhan naik, tambah modul. Mau 10 kWh, 15 kWh, 20 kWh sampai 30 kWh dalam satu sistem juga bisa disesuaikan.
Jadi pemilik rumah tidak harus langsung berkata, “Saya mau baterai 30 kWh!”
Bisa mulai dari, “Yang penting listrik kulkas, Wi-Fi, lampu dan beberapa perangkat penting aman dulu.”
Baterainya Bisa Kerja Lebih Mandiri
Salah satu teknologi yang ditonjolkan Anker adalah energy optimizer pada setiap modul baterai.
Teknologi ini memungkinkan masing-masing baterai melakukan pengisian dan pengosongan secara independen. Anker menyebut sistem tersebut dirancang untuk mengatasi apa yang mereka sebut sebagai barrel effect, yakni kondisi ketika baterai yang paling lemah dapat memengaruhi kinerja keseluruhan sistem.
Baterai X1 menggunakan kimia LiFePO4 atau LFP, dengan kapasitas setiap modul sebesar 5 kWh. Modul baterai tersebut memiliki rating IP66 dan garansi hingga 10 tahun, dengan ketentuan garansi yang berlaku sesuai wilayah dan produknya.
Dari Lampu Sampai Mobil Listrik
Anker memosisikan X1 bukan cuma untuk menjaga lampu tetap menyala ketika listrik padam.
Dalam konfigurasi tertentu, sistem ini bisa digunakan untuk kebutuhan rumah seperti kulkas, televisi, komputer, mesin cuci, AC, oven listrik, pompa kolam, heat pump, bahkan pengisian kendaraan listrik.
Untuk sistem tertentu, perpindahan dari jaringan listrik ke mode backup diklaim kurang dari 20 milidetik. Kapasitas dan daya keluarannya tetap bergantung pada konfigurasi power module serta jumlah baterai yang digunakan.
Sistem X1 juga dapat dipasang di lantai maupun dinding, sementara tingkat kebisingannya diklaim di bawah 35–40 dB pada kondisi tertentu.
Jadi, Cocok Buat Siapa?
Konsep X1 paling menarik buat pemilik rumah yang sudah kepikiran punya penyimpanan energi, tetapi belum tahu seberapa besar kebutuhan mereka ke depan.
Hari ini cukup buat lampu, Wi-Fi dan kulkas.
Besok punya AC tambahan.
Lusa punya kendaraan listrik.
Kemudian kebutuhan listrik makin besar.
Tinggal tambah kapasitas selama konfigurasi sistemnya mendukung.
Jadi bukan beli baterai segede gaban dari awal, tetapi sistemnya dibuat mengikuti kebutuhan rumah.
Namun ada satu hal yang jangan sampai salah tulis.
Anker SOLIX X1 bukan satu baterai berkapasitas 180 kWh. Satu sistem dapat mencapai 30 kWh, sedangkan angka 180 kWh dicapai dengan menggabungkan hingga enam sistem X1.
Kalau diterjemahkan ke bahasa sederhana, konsep Anker kira-kira begini:
Mulai kecil boleh. Kebutuhan membesar, baterainya ikut dibesarkan.
Yang penting jangan sampai kapasitas baterainya sudah 180 kWh, tapi listrik rumahnya cuma dipakai buat ngecas HP dan bikin kopi.
Itu namanya bukan hemat energi.
Itu namanya kebanyakan gaya.
(Purwantiningsih)

























