SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Jumlah pengangguran dengan latar belakang pendidikan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 1.033.182 lulusan S1 hingga S3 berstatus pengangguran pada Mei 2026.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru, salah satunya melalui Program Pemagangan Nasional atau MagangHub.
Pada 2026, pemerintah menyediakan 150.000 kuota peserta MagangHub. Program tersebut ditujukan untuk membantu lulusan perguruan tinggi mendapatkan pengalaman kerja nyata sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum masuk ke pasar kerja.
Program MagangHub Angkatan II dibagi dalam beberapa tahap. Untuk Batch 1, sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos seleksi dan mulai menjalani pemagangan sejak 10 Agustus 2026.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat masa transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja langsung, pendampingan mentor serta penguatan kompetensi dan budaya kerja.
“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” ujar Yassierli.
Pada Angkatan II Batch 1, terdapat 3.672 penyelenggara yang ikut berpartisipasi. Jumlah tersebut terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga.
Para penyelenggara membuka 28.455 lowongan pemagangan dengan total 54.304 kuota, terdiri dari 31.251 kuota di perusahaan dan 23.053 kuota di kementerian/lembaga.
Antusiasme lulusan perguruan tinggi juga cukup tinggi. Dalam proses seleksi Batch 1, tercatat 732.483 pendaftar, sementara 244.982 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat.
Dari jumlah tersebut, 226.719 calon peserta mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai posisi pemagangan. Setelah melalui proses seleksi, 46.160 peserta akhirnya ditetapkan sebagai peserta MagangHub Angkatan II Batch 1.
Para peserta akan menjalani program selama enam bulan. Mereka mendapatkan pengalaman kerja langsung di perusahaan maupun kementerian/lembaga, sekaligus pendampingan dari mentor.
Selain pengalaman kerja, peserta juga memperoleh insentif yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah tempat mereka menjalani pemagangan.
Pemerintah sebelumnya juga menetapkan target 150.000 peserta untuk Magang Nasional 2026. Besarnya kuota tersebut menunjukkan program pemagangan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperkuat penyerapan lulusan baru ke dunia kerja.
Untuk mendukung pelaksanaan Magang Nasional Angkatan II, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,14 triliun. Anggaran tersebut menjadi bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi 2026.
Selain MagangHub, pemerintah juga menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja.
Program pelatihan vokasi dilaksanakan melalui berbagai Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta satuan pelayanan pelatihan di sejumlah daerah. Peserta dapat memperoleh pelatihan secara gratis, sertifikat pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi BNSP sesuai program yang diikuti.
Pelatihan tersebut menyasar masyarakat, khususnya angkatan kerja muda, agar memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri dan dapat meningkatkan peluang bekerja maupun berwirausaha.
Pemerintah berharap kombinasi pemagangan dan pelatihan vokasi dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Dengan jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi yang mencapai lebih dari satu juta orang, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas memberikan pengalaman sementara, tetapi mampu menjadi jembatan menuju pekerjaan tetap bagi para peserta.
(Rizki Fadillah)

























