SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Biasanya kontes kecantikan identik dengan wajah penuh makeup, rambut tertata sempurna, gaun mewah dan penampilan yang dibuat seolah tanpa cela. Namun, Inggris justru pernah membuat aturan yang berbanding terbalik.
Dalam ajang Miss London & South East 2023, sebanyak 19 perempuan tampil di atas panggung tanpa makeup, filter digital maupun penyuntingan foto. Mereka diminta menunjukkan wajah apa adanya dalam kompetisi yang disebut sebagai babak regional pertama Miss England yang sepenuhnya menerapkan konsep bare face.
Kontes tersebut digelar pada 29 September 2023 di Taj 51 Buckingham Gate Suites and Residences, London. Para peserta berjalan di catwalk dengan wajah tanpa riasan dan mengenakan pilihan busana bertema Boho yang bersumber secara etis.
Natasha Beresford, perempuan berusia 26 tahun yang bekerja sebagai perawat gigi, akhirnya keluar sebagai pemenang dan dinobatkan sebagai Miss London 2023.
Natasha menjadi pemenang pertama Miss London dalam kompetisi regional Miss England yang digelar sepenuhnya tanpa makeup. Ia berharap pengalamannya dapat mendorong perempuan, terutama generasi muda, agar lebih percaya diri dengan wajah alami mereka.
“Ini merupakan sebuah kehormatan menjadi Miss London pertama yang tampil tanpa makeup,” kata Natasha dalam keterangan yang dipublikasikan Miss England. Ia juga berharap dapat menginspirasi perempuan dan anak perempuan untuk merasa percaya diri dengan diri mereka sendiri.
Konsep tersebut bukan muncul secara mendadak. Miss England telah memperkenalkan kategori Bare Face sejak 2019.
Direktur Miss England Angie Beasley mengatakan, ide tersebut muncul setelah penyelenggara menerima banyak foto peserta yang menggunakan makeup tebal dan filter hingga wajah asli mereka sulit dikenali.
Karena itu, penyelenggara kemudian mendorong peserta untuk menunjukkan wajah tanpa makeup dan mengunggah foto yang tidak menggunakan filter maupun penyuntingan digital. Tujuannya untuk mendorong gambaran kecantikan yang lebih natural dan realistis.
Gerakan tersebut semakin mendapat perhatian setelah Melisa Raouf memenangkan kategori Bare Face Top Model dalam Miss England 2022. Raouf menjadi salah satu peserta yang tampil di panggung Miss England tanpa makeup dan ikut mendorong tren #barefacetrendmovement.
Dalam kompetisi Miss London 2023, konsep itu kemudian dibuat lebih ekstrem. Bukan hanya satu sesi pemotretan, seluruh peserta harus menjalani rangkaian kompetisi tanpa makeup, mulai dari tahapan audisi hingga sesi pemotretan semifinal dan catwalk final.
Selain Natasha, Afrose Ameen, 23 tahun, menjadi salah satu runner-up. Temi Adeyemi, 26 tahun, juga masuk jajaran teratas. Sementara Alanta Richards, 17 tahun, mendapatkan penghargaan terkait penggalangan dana untuk Papyrus, organisasi pencegahan bunuh diri di Inggris.
Ajang tersebut kemudian disebut sebagai kontes kecantikan tanpa makeup pertama di Inggris, bahkan oleh sejumlah pemberitaan internasional disebut sebagai yang pertama di dunia. Namun, penyebutan “pertama di dunia” sebaiknya dipahami sebagai klaim penyelenggara dan media, bukan fakta universal yang telah diverifikasi untuk seluruh sejarah kontes kecantikan dunia.
Kisah Natasha kembali menjadi perhatian media Indonesia pada September 2026. Indozone memberitakannya pada 2 September 2026, sementara Terkenal.co.id kembali mengangkat kisah tersebut pada 8 September 2026. Pemberitaan terbaru itu kembali menyoroti 19 peserta yang tampil tanpa makeup serta pesan tentang penerimaan terhadap kecantikan alami.
Meski kembali viral pada 2026, kontes yang menjadi dasar pemberitaan tersebut bukanlah kompetisi baru tahun ini. Peristiwa utamanya berlangsung pada 2023.
Yang membuatnya tetap menarik perhatian adalah pesan yang dibawa. Di tengah maraknya filter, aplikasi edit wajah dan standar kecantikan di media sosial, para peserta justru diminta tampil tanpa “tameng” kosmetik maupun teknologi digital.
Bukan soal melarang perempuan memakai makeup. Pesan utama konsep Bare Face adalah memberikan ruang agar kecantikan alami juga dapat diterima dan dihargai.
Sebuah kontes kecantikan, kali ini bukan tentang siapa yang paling sempurna setelah dipoles, tetapi siapa yang berani tampil apa adanya.
(Ginanjar Prio Wibowo)
























