SUARAINDONEWS. COM, Lampung Selatan – Tenaga kesehatan di Pulau Sebesi, Lampung, bergerak cepat menangani dampak kesehatan akibat persebaran abu vulkanik pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi akhir pekan lalu.
Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Iqram Murofiq mengatakan instansinya langsung mengirimkan sekitar 6.000 masker bagi warga pulau yang berada sangat dekat dengan gunung tersebut. Masker tersebut, lanjut dia, telah didistribusikan ke seluruh warga pada Senin (7/9).
“Kami meminta bantuan masker, dan kemarin sudah diberikan masker, sekitar hampir 6.000 masker dikirimkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, dan kami sudah membagikannya di empat dusun yang ada di Desa Tejang Pulau Sebesi ini,” ujar Iqram, Selasa (8/9).
Upaya tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat mencegah bertambahnya jumlah warga Pulau Sebesi yang mengalami gangguan pernapasan pascaerupsi Anak Krakatau.
Iqram melaporkan bahwa sebelumnya sejumlah warga sempat mengalami gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga dermatitis atau gatal-gatal akibat paparan abu vulkanik.
Namun, menurutnya, warga memiliki inisiatif tinggi untuk mendatangi posko kesehatan sehingga keluhan tersebut dapat ditangani dengan cepat.
“Sampai hari ini sudah ada beberapa warga yang datang berobat di posko karena dia mengalami yang namanya penyakit ISPA seperti batuk, gatal, dan juga sesak karena efek dari abu vulkanik tersebut,” ungkap Iqram.
Menurutnya, pelayanan kesehatan di Pulau Sebesi menjadi hal yang krusial mengingat pulau tersebut merupakan salah satu pulau berpenghuni yang berada relatif dekat dengan Gunung Anak Krakatau. Oleh karena itu, ketersediaan peralatan kesehatan sangat diperlukan apabila sewaktu-waktu aktivitas vulkanik kembali meningkat dan abu mengarah ke kawasan permukiman.
Atas alasan tersebut, ia berharap pasokan obat-obatan dan oksigen dapat terus diperkuat di Pulau Sebesi.
Selain itu, ia juga berharap adanya peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau mengenai langkah-langkah penanganan awal terhadap gangguan kesehatan akibat erupsi gunung berapi.
“Yang sangat diperlukan, kami meminta juga kepada pemerintah agar dapat memberikan sosialisasi kepadamasyarakat yang berada di daerah-daerah yang dekat dengan Anak Gunung Krakatau, bagaimana caranya penanganan terhadap letusan dari Anak Gunung Krakatau,” katanya.
(Purwantiningsih)

























