SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin memastikan persiapan pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI telah mencapai lebih dari 90 persen. Seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Sekretariat Jenderal DPR/DPD, pihak Istana hingga Paspampres, telah dilibatkan dalam persiapan agenda kenegaraan tersebut.
Hal itu disampaikan Sultan seusai mengecek gladi bersih pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
“Persiapannya sudah 90 persen lebih, sudah bisa dibilang rampung karena sudah melibatkan semua stakeholder terkait, dari pihak Sekretariat Jenderal, pihak Istana juga, pihak Paspampres,” kata Sultan.
Menurutnya, berbagai aspek teknis juga telah dipastikan, termasuk pengukuran plafon dan kesiapan rangkaian acara. Ia menyebut gladi bersih yang dilakukan berjalan dengan baik dan seluruh unsur dinilai telah siap.
Sultan mengatakan DPD RI sebagai tuan rumah Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI akan membawa pesan yang selaras dengan tema nasional. Menurut dia, kekuatan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kekuatan daerah.
“Kalau nasional kan negara berdaulat. Negara berdaulat hanya bisa terjadi kalau daerahnya kuat. Jadi, daerah kuat, Indonesia berdaulat,” ujarnya.
Sultan juga menegaskan pentingnya menjaga etika dan sikap seluruh anggota parlemen selama pelaksanaan sidang. Hal itu sejalan dengan harapan agar agenda kenegaraan tersebut berlangsung tertib dan khidmat.
Ia mengatakan panitia telah melakukan sejumlah penyesuaian untuk menghindari munculnya suasana yang dapat mengurangi kekhidmatan sidang. Salah satunya dengan memilih lagu-lagu yang bernuansa nasionalisme dan perjuangan.
“Kita harapkan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama ini betul-betul berjalan dengan khidmat, berjalan dengan tertib, aman dan lancar,” katanya.
Menurut Sultan, penyesuaian tersebut merupakan bagian dari antisipasi agar suasana sidang tetap sesuai dengan karakter acara kenegaraan dan tidak menimbulkan kesan berlebihan di mata publik.
“Lagu juga yang akan ditampilkan adalah lagu-lagu nasionalisme, perjuangan, sehingga menghindari gerakan-gerakan yang akan nanti memancing dalam tanda kutip seakan-akan bernuansa seperti yang tadi teman-teman sampaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sultan mengatakan momentum Sidang Bersama DPR-DPD juga akan menjadi kesempatan untuk menegaskan pentingnya persatuan antara pusat dan daerah.
Ia menyebut Indonesia berdiri dari daerah-daerah yang bersatu. Karena itu, menurutnya, kekuatan negara sangat bergantung pada kuatnya daerah dan persatuan nasional.
“Indonesia berdiri ini dari daerah-daerah yang berkumpul, kemudian negaranya hanya akan kuat kalau daerah-daerah kuat,” kata Sultan.
Ia menambahkan, persatuan menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat Indonesia. Basis dari kekuatan tersebut, lanjutnya, berada di daerah.
Sementara terkait kehadiran Presiden dalam rangkaian persiapan, Sultan memastikan unsur protokol dari Sekretariat Negara, Istana, hingga Paspampres telah hadir dalam gladi bersih.
“Tadi sudah lengkap protokol dari Sekretariat Negara, dari Istana, Paspampres. Tadi sudah well-prepared semua,” pungkasnya.
(Kiki Apriyansyah)

























