SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Opel Experimental kembali menjadi sorotan sebagai mobil konsep yang menggambarkan arah desain dan teknologi kendaraan listrik Opel di masa depan. Konsep ini membawa bahasa desain baru yang menggabungkan tampilan futuristis, efisiensi aerodinamika, teknologi digital, dan penggunaan material berkelanjutan.
Opel memperkenalkan Experimental sebagai gambaran ekstrem dari filosofi desain “Bold and Pure”. Mobil konsep listrik ini pertama kali diperkenalkan secara global pada IAA Mobility 2023 di Munich dan hingga kini tetap menjadi salah satu rujukan penting dalam arah desain masa depan Opel. (Stellantis Media)
Salah satu ciri paling mencolok adalah bagian depan yang menggunakan pengembangan desain “Opel Compass”. Logo Blitz dibuat menyala dan ditempatkan di tengah, sementara lampu LED berbentuk memanjang mengapit bagian depan kendaraan.
Desain serupa diteruskan ke bagian belakang. Elemen Compass kembali digunakan sebagai identitas lampu belakang dengan teknologi pencahayaan edge lighting. Tulisan “OPEL” ditempatkan secara tegas di bagian tengah belakang kendaraan. (opel.ie)
Bukan Sekadar Gaya, Aerodinamika Ikut Bicara
Opel Experimental tidak hanya mengandalkan tampilan futuristis. Opel juga merancang sejumlah elemen aktif untuk meningkatkan efisiensi aerodinamika.
Konsep tersebut menggunakan berbagai solusi aerodinamika yang dirancang agar aliran udara di sekitar bodi lebih efisien. Opel juga menghilangkan penggunaan krom dan menggantinya dengan teknologi pencahayaan serta elemen grafis untuk memperkuat karakter kendaraan. (opel.co.nz)
Ban kendaraan juga menggunakan material yang mendukung konsep keberlanjutan, termasuk penggunaan karet daur ulang.
Kabin Dibuat Seperti Ruang Masa Depan
Masuk ke dalam kabin, Opel Experimental menawarkan pendekatan yang jauh berbeda dari mobil konvensional.
Interior dirancang dengan konsep ruang yang lebih terbuka dan minimalis. Material daur ulang serta material vegan digunakan untuk memperkuat pendekatan keberlanjutan.
Teknologi digital juga menjadi bagian utama. Informasi bagi pengemudi tidak semata-mata mengandalkan layar konvensional, tetapi diarahkan melalui sistem proyeksi dan tampilan digital yang membuat dasbor terlihat lebih bersih.
Opel juga membekali konsep ini dengan pencahayaan serat optik yang terintegrasi pada bagian interior, termasuk area jok dan dasbor.
Setir Bisa Dilipat
Salah satu teknologi yang cukup mencuri perhatian adalah rancangan setir yang dapat dilipat.
Fitur tersebut berkaitan dengan visi Opel terhadap kendaraan otonom. Ketika fungsi mengemudi otomatis digunakan, elemen kemudi dapat disembunyikan sehingga ruang di depan pengemudi menjadi lebih lapang.
Dengan konsep tersebut, Opel mencoba mengubah pengalaman berkendara dari sekadar mengendalikan mobil menjadi perjalanan yang lebih fleksibel dan personal.
Opel menempatkan Experimental bukan sebagai mobil produksi biasa, melainkan sebagai laboratorium berjalan untuk menguji gagasan desain, teknologi dan efisiensi kendaraan listrik.
Beberapa elemen desain dari Experimental kemudian mulai terlihat pada model Opel berikutnya. Salah satunya adalah bahasa desain Opel Compass yang menjadi bagian penting dari identitas visual generasi terbaru Opel. (iot-automotive.news)
Sementara itu, hubungan Experimental dengan kebangkitan nama Manta memang sempat menjadi perhatian. Sejumlah laporan sebelumnya melihat konsep tersebut sebagai gambaran kemungkinan arah Manta listrik. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan Opel tidak akan menghadirkan Manta listrik sebelum akhir dekade ini setelah perusahaan meninjau kembali prioritas jangka menengahnya.
Artinya, Experimental lebih tepat dipandang sebagai petunjuk arah desain dan teknologi Opel, bukan sebagai kepastian bahwa seluruh elemennya akan langsung masuk ke mobil produksi.
Dengan desain tanpa krom, pencahayaan LED futuristis, aerodinamika aktif, material berkelanjutan hingga konsep kabin digital, Opel Experimental menunjukkan bagaimana Opel membayangkan mobil listrik generasi berikutnya.
Kalau mobil listrik biasa sudah bikin orang bertanya, “ngecasnya berapa lama?”, Opel Experimental justru seperti mengajak bertanya lebih jauh: “Kalau mobilnya sudah secanggih ini, masih perlu punya dasbor biasa?”
(Riana P)

























