SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Jakarta sebentar lagi punya wajah baru. Bukan gedung pencakar langit, melainkan ruang publik yang dibangun jauh di bawah tanah kawasan paling sibuk di Ibu Kota.
Proyek Extended Concourse Bundaran Hotel Indonesia (HI) sedang dikebut. Ruang multifungsi bawah tanah ini dibangun sekitar 18 meter di bawah permukaan jalan, tepat di bawah kawasan Bundaran HI dan satu level di atas platform MRT yang beroperasi.
Hingga Agustus 2026, progres pembangunan telah mencapai sekitar 24 persen. Proyek seluas 4.439 meter persegi tersebut ditargetkan rampung pada Juni 2027, bertepatan dengan momentum HUT ke-500 Jakarta.
Bukan Sekadar Terowongan
Jangan membayangkan Extended Concourse hanya sebagai terowongan untuk orang berjalan kaki.
Konsepnya jauh lebih besar. Area ini dirancang menjadi ruang multifungsi yang menggabungkan pergerakan penumpang, ruang publik, aktivitas komersial, hingga konektivitas antarmoda.
PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), anak usaha PT MRT Jakarta, mengembangkan ruang ini untuk menghubungkan kawasan transportasi dengan pusat aktivitas di sekitar Bundaran HI.
Ruang tersebut nantinya memiliki koneksi menuju Plaza Indonesia dan Grand Hyatt di satu sisi, serta Wisma Nusantara dan Hotel Pullman di sisi lainnya. Pengguna Transjakarta juga akan dapat mengakses area tersebut melalui lift dan kemudian terhubung dengan Stasiun MRT Bundaran HI.
Dengan kata lain, warga bisa berpindah dari transportasi umum ke pusat aktivitas tanpa harus terus-terusan berhadapan dengan lalu lintas di permukaan.
Gali 18 Meter, Kabel Jangan Sampai Salah Sapa
Membangun ruang bawah tanah di tengah Jakarta jelas bukan perkara menggali tanah lalu memasang beton.
Direktur Utama PT ITJ Ferdiansyah Roestam mengatakan proyek ini memiliki tantangan besar karena pihaknya harus memetakan kondisi bangunan dan berbagai utilitas yang sudah lebih dulu berada di bawah tanah.
Termasuk kabel-kabel bawah tanah yang posisinya harus dipastikan agar pekerjaan konstruksi tidak mengganggu jaringan yang sudah ada.
Lebih rumit lagi, posisi ruang tersebut berada di atas jalur MRT yang sudah beroperasi.
Jadi, pekerjaan dilakukan di perut Jakarta sambil memastikan kereta yang berada di bawahnya tetap bisa melaju dengan aman.
Jakarta Bikin Ruang Publik di Bawah Tanah
Extended Concourse memiliki luas sekitar 4.439 meter persegi, atau hampir setengah luas lapangan sepak bola.
Ruang yang saat ini masih dipenuhi aktivitas konstruksi tersebut nantinya akan berubah menjadi area publik yang lebih nyaman bagi warga.
Konsepnya bahkan tidak berhenti pada urusan transportasi.
MRT Jakarta menyiapkan area komersial dengan rencana retail area, advertising area, pop-up dan event activation, serta co-branding area. Area ritel yang disiapkan mencapai sekitar 1.387 meter persegi.
Jadi jangan kaget kalau nanti turun ke bawah Bundaran HI bukan cuma menemukan orang buru-buru mengejar kereta, tetapi juga orang ngopi, belanja, nongkrong, atau menghadiri acara.
Bakal Tambah Ribuan Pergerakan Orang
Pembangunan ruang bawah tanah ini juga berkaitan dengan proyeksi meningkatnya jumlah pengguna Stasiun MRT Bundaran HI.
Jumlah penumpang diperkirakan meningkat sekitar 6.000 orang per hari, dari sekitar 11.000 menjadi 17.000 orang, seiring pengembangan jaringan MRT menuju kawasan Thamrin, Monas hingga Jakarta Kota.
Extended Concourse diharapkan bisa mencegah penumpukan penumpang sekaligus memperlancar pergerakan orang di kawasan pusat bisnis Jakarta.
Bukan cuma itu. Ruang ini juga disiapkan menjadi alternatif penyeberangan dari sisi timur menuju barat Bundaran HI maupun sebaliknya.
Dibiayai dari Kontribusi Pengembang
Proyek ini juga menarik dari sisi pembiayaan.
Sejumlah laporan menyebut proyek mendapat dukungan kontribusi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari pengembang di sekitar Bundaran HI. Nilai kontribusi yang disebut mencapai sekitar Rp200 miliar termasuk pajak, dengan sekitar Rp150 miliar dialokasikan untuk konstruksi dan sisanya untuk konsultan perencana serta pengawas.
Sementara laporan ANTARA menyebut nilai proyek konstruksi sekitar Rp148,2 miliar.
Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan cakupan biaya dan komponen pembiayaan yang digunakan dalam proyek.
Kalau Berhasil, Bisa Jadi Model Baru
Extended Concourse Bundaran HI bukan sekadar proyek mempercantik kawasan.
Proyek ini diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di pusat Jakarta sekaligus memperkuat integrasi MRT, Transjakarta, pusat perbelanjaan dan kawasan bisnis.
Bahkan, jika konsep ini berhasil, model extended concourse berpotensi diterapkan di lokasi lain di Jakarta.
Jadi, Jakarta bukan cuma sedang membangun kota ke atas dengan gedung-gedung tinggi.
Ibu Kota juga mulai membangun ke bawah.
Dan di bawah Bundaran HI, sebuah “kota kecil” sedang disiapkan—lengkap dengan transportasi, ruang publik, aktivitas komersial dan jalur pejalan kaki.
Targetnya satu: Juni 2027, tepat saat Jakarta merayakan 500 tahun.

























