SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan tidak akan pandang bulu terhadap pejabat di lingkungan Kementerian PU, terutama dalam menjalankan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dody mengatakan seluruh pejabat dituntut bekerja maksimal demi mendukung percepatan pembangunan dan program pemerintah. Ia menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun yang dinilai tidak mampu bekerja optimal.
“Kalau sudah bicara program prioritas pemerintah, tidak ada teman, tidak ada saudara,” kata Dody di Dharmasraya, Rabu (6/5/2026).
Menurut Dody, evaluasi terhadap pejabat dilakukan secara profesional berdasarkan kinerja. Ia bahkan menyebut tidak segan mengganti pejabat yang dianggap tidak menunjukkan performa baik.
“Biasa saja, yang gak bisa diganti itu istri saya. Teman sekolah saya yang gak perform, saya ganti,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Dody menanggapi pelantikan tujuh pejabat tinggi madya eselon I di lingkungan Kementerian PU yang dilakukan pada hari libur, Jumat (1/5/2026), di Gedung Utama Kementerian PU.
Dody membantah anggapan pelantikan dilakukan secara diam-diam atau mendadak. Ia menegaskan pelantikan di lingkungan kementerian memang kerap dilakukan tanpa mengundang media.
“Gak juga (senyap), gak tiba-tiba. Saya melantik di tempat yang sama. Pelantikan sebelumnya di tempat yang sama, juga tidak mengundang media,” katanya.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penguatan organisasi dan penyesuaian kelembagaan guna mendukung program prioritas pemerintah di sektor infrastruktur.
Adapun tujuh pejabat yang dilantik yakni Apri Artoto sebagai Sekretaris Jenderal, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Bisma Staniarto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Adenan Rasyid sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Rachman Arief Dienaputra sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Indro Pantja Pramodo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi, serta Pantja Dharma Oetojo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan.
Dody berharap para pejabat yang baru dilantik dapat bekerja profesional, cepat, dan adaptif dalam menjalankan agenda pembangunan infrastruktur nasional.
(Anton)
























