SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan persentase pandangan negatif terhadap Israel yang tinggi dalam survei internasional Pew Research Center tahun 2026.
Sebanyak 86 persen responden dewasa di Indonesia menyatakan memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi keempat di antara negara-negara yang disurvei.
Hasil tersebut mencerminkan sikap publik yang kritis terhadap Israel di tengah berlanjutnya konflik dan persoalan kemanusiaan di Timur Tengah.
Survei Pew Research Center yang dipublikasikan pada Juni 2026 melibatkan 44.657 responden dewasa di 36 negara dan wilayah.
Hasilnya menunjukkan, pandangan negatif terhadap Israel tersebar luas di berbagai negara.
Turki mencatat 97 persen responden berpandangan negatif terhadap Israel, disusul Pakistan sebesar 95 persen dan Malaysia 89 persen.
Sementara itu, Indonesia mencatat 86 persen, Jepang 83 persen, Australia dan Bangladesh masing-masing 79 persen, Swedia dan Spanyol masing-masing 78 persen, serta Belanda 76 persen.
Secara keseluruhan, median di 36 negara yang disurvei menunjukkan 67 persen responden memiliki pandangan negatif terhadap Israel, sedangkan 25 persen berpandangan positif.
Survei yang sama juga mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam menangani urusan dunia.
Di Indonesia, sebanyak 83 persen responden menyatakan tidak terlalu percaya atau sama sekali tidak percaya kepada Netanyahu.
Pew Research Center juga mencatat bahwa persentase pandangan negatif terhadap Israel di Indonesia meningkat dari 80 persen pada 2025 menjadi 86 persen pada 2026.
Meski demikian, hasil survei ini perlu dipahami sesuai cakupannya. Angka tersebut menggambarkan pandangan responden dewasa yang disurvei, bukan hasil pendataan terhadap seluruh penduduk Indonesia.
Hasil survei ini memperlihatkan meluasnya pandangan negatif terhadap Israel di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Namun, penilaian terhadap Israel sebagai negara tidak serta-merta berarti penolakan terhadap seluruh warga Israel atau kelompok agama tertentu.
Survei ini menjadi salah satu gambaran bagaimana opini publik internasional terhadap Israel berkembang di tengah dinamika konflik dan isu kemanusiaan global.
(Purwantiningsih)























