SUARAINDONEWS.COM, Padang – Curah hujan dengan intensitas ekstrem menjadi penyebab utama banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada 3 Agustus 2026. Berdasarkan koordinasi pemerintah di lapangan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat dipicu pertemuan massa udara dari Australia dan Samudera Hindia di wilayah barat Pulau Sumatera.
Pemerintah bersama Pemerintah Kota Padang, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, dan Basarnas langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir pada Senin (3/8) malam, khususnya di Kecamatan Koto Tangah. Peninjauan dilakukan untuk memantau proses evakuasi warga sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat.
“Hasil koordinasi kami dengan BMKG menunjukkan banjir dipicu curah hujan dengan intensitas ekstrem akibat pertemuan massa udara dari Australia dan Samudera Hindia di wilayah barat Pulau Sumatera,” demikian keterangan pemerintah.
Data pemantauan di dua Pos Curah Hujan (PCH) menunjukkan tingginya intensitas hujan. Di PCH Arau tercatat curah hujan mencapai 86 milimeter per jam pada pukul 14.00 WIB, sedangkan di PCH Air Dingin mencapai 67 milimeter per jam pada pukul 13.00 WIB.
Kedua angka tersebut telah masuk kategori hujan ekstrem karena melampaui ambang batas 50 milimeter per jam atau 150 milimeter per hari.
Selain itu, hujan kumulatif juga tercatat sangat tinggi. PCH Arau mencatat akumulasi hujan mencapai 346 milimeter dalam enam jam, sementara PCH Air Dingin mencatat 167 milimeter dalam tiga jam.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di sejumlah sungai meningkat drastis, di antaranya Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, Batang Arau, Kanal Banjir, dan Batang Anai.
Akibatnya, sungai-sungai utama tidak lagi mampu menampung debit air yang masuk. Kondisi tersebut memicu fenomena backwater, yakni aliran dari anak sungai tertahan bahkan berbalik arah karena muka air sungai utama lebih tinggi. Fenomena itu memperparah genangan dan memicu banjir di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah.
Sebagai langkah penanganan darurat, BWS Sumatera V Padang telah mengerahkan pompa mobile di kawasan Ulak Karang Utara untuk mempercepat surutnya genangan air.
Pemerintah bersama Pemerintah Kota Padang, BWS Sumatera V, dan instansi terkait juga akan segera melakukan kajian teknis secara komprehensif untuk menyusun solusi penanganan banjir jangka panjang.
Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah mitigasi yang mampu mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat Kota Padang tetap meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama proses penanganan banjir berlangsung. Pemerintah memastikan koordinasi dengan seluruh instansi terkait akan terus dilakukan agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan efektif.
(Riana P)

























