SUARAINDONEWS. COM, Banda Aceh – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Aceh, Darwati A. Gani, menggelar Seminar Pendidikan dan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula PGRI Aceh, Jum’at (19/6). Kegiatan yang mengusung tema “Sinergitas Disdik, Kemenag, dan PGRI Aceh dalam Rangka Seminar Pendidikan dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk Mewujudkan Pendidikan Aceh Hebat dan Bermartabat” tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun sinergi dalam memajukan sektor pendidikan di Aceh.
Seminar ini dihadiri oleh para guru, akademisi, pengurus PGRI, unsur Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Selain menjadi wadah sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi dan masukan dari insan pendidikan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di Aceh.
Dalam sambutannya, Darwati A. Gani menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda. Menurutnya, penguatan karakter kebangsaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga harus menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki semangat persatuan. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang mampu membawa Aceh dan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Darwati.
Pada kesempatan tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh menyerahkan sejumlah rekomendasi strategis kepada Darwati A. Gani sebagai bentuk aspirasi dari kalangan pendidik. Rekomendasi tersebut mencakup berbagai isu penting, di antaranya penguatan regulasi dan kebijakan pendidikan yang berpihak pada mutu, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan profesi guru, pemerataan distribusi tenaga pendidik, serta penguatan tata kelola pendidikan yang lebih efektif dan adaptif.
Selain itu, PGRI Aceh juga mendorong optimalisasi penggunaan anggaran pendidikan, peningkatan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan, integrasi pendidikan formal dan nonformal, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif agar seluruh anak bangsa memperoleh kesempatan belajar yang setara dan berkualitas.
Menanggapi hal tersebut, Darwati menyampaikan apresiasi atas rekomendasi yang diberikan PGRI Aceh dan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut melalui tugas dan kewenangannya sebagai anggota DPD RI.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada PGRI Aceh atas rekomendasi yang telah disusun secara komprehensif. Masukan ini akan menjadi bahan penting yang akan saya bawa ke tingkat nasional agar kebijakan pendidikan semakin berpihak kepada guru, peserta didik, dan kebutuhan daerah. Kolaborasi seperti ini menjadi modal besar dalam mewujudkan pendidikan Aceh yang hebat dan bermartabat,” tegasnya.
Darwati berharap, melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat, berbagai tantangan pendidikan dapat diatasi secara bersama-sama. Ia optimistis bahwa dengan kebijakan yang tepat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Aceh mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
(Anton)
























