SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Cuaca makin panas, tagihan listrik buat AC makin bikin dompet ikut gerah. Tapi ilmuwan di China punya ide yang cukup nyeleneh sekaligus menarik: bikin cat yang bisa membantu membuang panas tanpa perlu listrik.
Bukan cat biasa. Lapisan khusus ini dirancang untuk memantulkan energi matahari sekaligus memancarkan panas dari permukaan bangunan kembali ke atmosfer melalui radiasi inframerah.
Hasilnya? Dalam pengujian lapangan di Hainan, China, suhu permukaan objek yang dilapisi material tersebut dilaporkan bisa turun sekitar 25 derajat Celsius pada kondisi tertentu.
Tapi jangan buru-buru membayangkan rumah dicat lalu suhu kamar langsung berubah dari 35°C menjadi 10°C. Bukan begitu ceritanya.
Angka 25°C tersebut merupakan penurunan suhu permukaan objek, bukan penurunan suhu udara di dalam ruangan.
Diuji 180 Hari di Hainan
Teknologi tersebut diuji selama sekitar 180 hari di kawasan petrokimia Hainan.
Dalam salah satu pengujian, lapisan pendingin diaplikasikan pada tangki berkapasitas sekitar 3.000 meter kubik. Saat kondisi cerah dan suhu udara berada di sekitar 30°C, permukaan tangki yang menggunakan lapisan tersebut dilaporkan mengalami penurunan suhu sekitar 25°C.
Sementara itu, suhu material di dalam tangki disebut turun sekitar 6,8°C.
Artinya, cat tersebut bukan pengganti AC, tetapi bekerja dengan cara mengurangi panas yang masuk dan menumpuk pada permukaan bangunan atau objek.
Cara Kerjanya Bikin Penasaran
Teknologi ini menggunakan prinsip radiative cooling atau pendinginan radiatif.
Gampangnya begini.
Saat matahari menyengat, permukaan atap dan dinding biasanya menyerap energi sehingga menjadi panas. Lapisan khusus ini dirancang untuk memantulkan sebagian besar sinar matahari.
Panas yang masih terserap kemudian dipancarkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah melalui jendela atmosfer menuju angkasa.
Yang menarik, proses tersebut dapat berlangsung tanpa membutuhkan listrik atau refrigeran.
Jadi tidak ada kompresor yang berdengung, tidak ada freon yang harus dipompa, dan tidak perlu menambah colokan listrik.
Catnya Tipis, Teknologinya Bukan Kaleng-Kaleng
Menurut laporan media China, pengembangan lapisan ini menggunakan bahan pengisi anorganik khusus yang dicampur dengan resin polimer.
Ketebalan lapisan bahkan berhasil dikurangi dari sekitar 500 mikrometer menjadi 100 mikrometer.
Lapisan tersebut dilaporkan mempunyai reflektansi matahari hingga sekitar 97 persen, sekaligus memiliki kemampuan tinggi untuk memancarkan panas pada spektrum inframerah yang sesuai.
Pengujian ketahanan juga dilakukan. Setelah pengujian percepatan selama sekitar 2.000 jam, penurunan reflektansi dilaporkan kurang dari 2 persen dan tidak ditemukan kerusakan seperti pengelupasan atau gelembung pada lapisan.
Bukan Berarti Rumah Langsung Jadi Kutub
Nah, ini bagian yang paling penting.
Kalau sebuah rumah dicat menggunakan teknologi tersebut, bukan berarti penghuni bisa langsung mematikan AC dan menikmati suhu ruangan turun 25°C.
Suhu permukaan dan suhu ruangan adalah dua hal berbeda.
Seberapa besar suhu ruangan ikut turun tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari desain bangunan, insulasi, ventilasi, luas permukaan yang dicat hingga kondisi cuaca.
Dalam aplikasi industri lain di China, misalnya, teknologi pendinginan radiatif yang digunakan pada atap dilaporkan mampu menurunkan suhu permukaan secara signifikan dan menghasilkan penurunan suhu ruangan sekitar beberapa derajat Celsius.
Jadi manfaat utamanya lebih masuk akal jika dilihat sebagai cara mengurangi beban panas bangunan, bukan sebagai AC dalam bentuk cat.
Mulai Masuk Dunia Industri
Teknologi pendinginan radiatif seperti ini juga mulai digunakan dalam aplikasi komersial dan industri di China.
Beberapa pengembangan diarahkan untuk atap pabrik, tangki penyimpanan, bangunan industri hingga fasilitas yang membutuhkan pengendalian temperatur.
Jika teknologi tersebut semakin murah, tahan lama dan mudah diaplikasikan, potensinya cukup besar untuk negara-negara beriklim panas.
Termasuk Indonesia yang setiap musim panasnya kadang membuat atap rumah terasa seperti wajan raksasa.
Bayangkan kalau atap rumah bisa memantulkan sebagian besar panas matahari tanpa harus terus-terusan mengandalkan AC.
Catnya mungkin cuma nongkrong di atap, tetapi tugasnya: menghadang matahari sebelum panasnya masuk rumah.
(Agung Suhartono)
























