SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mengingatkan calon jemaah haji agar tidak hanya menyiapkan biaya keberangkatan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan sebagai syarat utama atau istitha’ah untuk menunaikan ibadah haji.
Menurut Dini, kesiapan finansial harus dibarengi dengan kondisi fisik yang prima, kesiapan mental, serta pemahaman yang baik mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji. Ia mengimbau calon jemaah memanfaatkan masa tunggu keberangkatan dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Bagi calon jemaah yang ada riwayat penyakit, harapannya bisa minum obat secara rutin dan berolahraga. Nanti kondisi tersebut akan menjadi catatan agar jemaah yang membutuhkan bisa mendapatkan pendampingan atau treatment khusus,” kata Dini dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II itu menaruh perhatian khusus kepada calon jemaah yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), seperti hipertensi dan diabetes. Menurutnya, kepatuhan mengonsumsi obat dan rutin berolahraga menjadi langkah penting agar jemaah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan.
Selain soal kesehatan, Dini meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai isu mengenai besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027. Ia menegaskan hingga kini besaran biaya haji masih dalam tahap pembahasan antara DPR dan pemerintah.
Ia menjelaskan, Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah akan membahas penetapan BPIH melalui Panitia Kerja (Panja) BPIH. Karena itu, masyarakat diminta menunggu keputusan resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kemarin sempat ada isu mengenai kenaikan biaya, tapi harapan kami selaku Komisi VIII agar diredam dulu, karena kita sedang membicarakan nanti ke depannya akan ada panja mengenai penentuan biaya haji,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dini juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo. Ia mengatakan jumlah kelompok terbang (kloter) haji dari daerah tersebut pada penyelenggaraan haji terakhir mengalami peningkatan dibandingkan musim haji sebelumnya.
Ke depan, Komisi VIII DPR RI, lanjut Dini, akan terus mendorong diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar Indonesia memperoleh tambahan kuota haji. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat masa tunggu keberangkatan calon jemaah.
“Kita fokus persiapan itu dulu. Apakah nanti kuota bertambah kita lihat ke depannya, tetapi yang pasti insyaallah kami upayakan kuotanya terus bertambah agar masa tunggu calon jemaah bisa lebih cepat,” pungkasnya.
(Rizki Fadillah)

























