SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Bayangkan naik kapal, bukan untuk liburan ke pulau, melainkan berburu buku dari berbagai belahan dunia. Pengalaman ini bisa ditemukan di Doulos Hope, kapal pameran buku terapung internasional yang sempat bersandar di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kapal ini bukan sekadar tempat memajang buku. Doulos Hope membawa lebih dari 2.000 judul buku dengan beragam kategori, mulai dari buku anak-anak, sains, fiksi, bisnis, hingga pengembangan diri dan kerohanian.
Menariknya, pengunjung juga bisa bertemu langsung dengan kru internasional yang berasal dari sekitar 35 negara. Jadi, selain berburu bacaan, pengunjung berkesempatan mengenal budaya dan pengalaman orang-orang dari berbagai belahan dunia.
Kehadiran Doulos Hope di Jakarta pun menarik perhatian masyarakat. Berdasarkan laporan detikTravel, hingga 6 Oktober 2026, lebih dari 12.000 orang telah mengunjungi pameran buku terapung tersebut sejak dibuka pada 25 September.
Kapal ini bersandar di kawasan Pelabuhan Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta Utara, dan membuka akses bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman membaca dengan suasana berbeda.
Namun, ada yang perlu diketahui. Pameran ini bukan hanya soal mencari buku menarik atau berfoto di atas kapal. Kehadiran Doulos Hope juga membawa misi memperluas akses terhadap buku dan mendorong kebiasaan membaca di tengah masyarakat.
Di tengah kebiasaan menghabiskan waktu dengan menggulir layar ponsel, kapal ini menawarkan pengalaman yang berbeda: menjelajahi rak buku, menemukan bacaan baru, dan membuka wawasan melalui halaman demi halaman.
Kunjungan Doulos Hope di Jakarta berlangsung pada 16 September hingga 11 Oktober 2026. Artinya, per 13 Oktober 2026, periode kunjungannya di Jakarta telah berakhir.
Meski begitu, antusiasme masyarakat terhadap kapal ini menunjukkan bahwa buku masih punya tempat di tengah derasnya arus konten digital.
Sebab, perjalanan paling jauh tidak selalu harus ditempuh dengan kapal. Terkadang, cukup membuka sebuah buku, kita bisa menjelajahi dunia tanpa harus meninggalkan tempat duduk.
Doulos Hope membuktikan bahwa kapal bisa membawa lebih dari sekadar penumpang. Kapal ini juga membawa pengetahuan, cerita, dan kesempatan untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.
(Purwantiningsih)

























