SUARAINDONEWS.COM, Koka, Jepang – Kalau kamu pikir jadi ninja itu cuma ada di anime atau game, di Jepang ternyata masih ada versi “resminya”.
Sebanyak 131 peserta dari Jepang hingga luar negeri berkumpul di Kota Koka pada 14 Juni untuk mengikuti ujian sertifikasi ninja Koka-ryu Ninja Certification. Iya, ini bukan cosplay biasa, ini ujian beneran.
Yang ikut juga bukan kaleng-kaleng. Usianya mulai dari 9 tahun sampai 76 tahun, dari anak-anak sampai yang sudah masuk kategori “senior tapi masih ingin jadi ninja”.
Peserta datang dari berbagai daerah, termasuk Singapura dan Hong Kong. Jadi bisa dibilang ini bukan sekadar ujian lokal, tapi sudah level internasional.
Ujiannya sendiri dibagi tiga level: pemula, menengah, dan lanjutan. Dan jangan salah, ini bukan cuma duduk jawab soal sambil ngantuk.
Untuk level pemula, peserta harus menjawab soal dasar tentang ninja, lalu lanjut praktik lempar shuriken. Ada juga bonus poin kalau tampil total dengan kostum ninja. Jadi kalau lemparannya meleset tapi outfitnya keren, masih ada harapan.
Naik ke level menengah, soal mulai lebih serius. Peserta harus benar-benar paham sejarah dan tradisi ninja Koka, bukan sekadar tahu dari film-film.
Sedangkan level lanjutan? Ini sudah masuk mode “bukan main-main”. Selain ujian tertulis, peserta juga wajib menyerahkan laporan penelitian khusus tentang ninja. Cara pengumpulannya? Tidak dijelaskan detail, jadi imajinasi publik langsung liar: apakah pakai gulungan rahasia seperti di film?
Yang bikin menarik, ujian ini punya tingkat kelulusan cukup tinggi:
- Pemula: sekitar 90 persen lulus
- Menengah: 70 persen
- Lanjutan: 55 persen
Artinya, jadi ninja memang tidak mudah, tapi juga bukan mustahil.
Acara ini digelar oleh Koka Ninja Research Association sebagai upaya melestarikan budaya ninja yang sudah berusia ratusan tahun. Koka sendiri dikenal sebagai salah satu pusat sejarah ninja di Jepang.
Di tengah dunia modern, ternyata masih ada orang yang serius mengejar gelar “ninja resmi”. Bukan untuk perang, tapi untuk budaya, sejarah, dan mungkin sedikit rasa ingin hidup seperti di anime.
Dan entah kenapa, kita semua jadi sedikit iri.
(Anton)
























