SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Guys, ada kabar menarik dari dunia valuta asing! Saat rupiah lagi tertekan, pemilik dolar Singapura mulai melirik peluang buat mencairkan simpanan mereka. Nah, yang bikin penasaran, benarkah jual dolar Singapura sekarang bisa bikin cuan berkali-kali lipat?
Per 19 Oktober 2026, rupiah berada di kisaran Rp18.046 per dolar AS. Sementara itu, kurs acuan Bank Indonesia untuk dolar Singapura berada di sekitar Rp14.000 per satu dolar Singapura.
Bayangin, dulu beli dolar Singapura saat harganya masih Rp12.000, sekarang kalau bisa dijual Rp14.000, selisihnya mencapai Rp2.000 per dolar Singapura!
Kalau punya S$1.000, modal awal Rp12 juta bisa menjadi Rp14 juta. Artinya, ada potensi keuntungan kotor Rp2 juta. Lumayan banget, kan? Dompet bisa senyum, meskipun harga kebutuhan sehari-hari kadang bikin dahi berkerut!
Tapi, jangan buru-buru menyerbu money changer! Ada catatan penting: keuntungan itu baru berlaku kalau kamu memang membeli dolar Singapura di harga lebih rendah. Kalau belinya kemarin saat kurs sudah tinggi, ceritanya bisa berbeda.
Belum lagi selisih kurs beli dan jual di money changer. Jadi, angka di papan kurs belum tentu sama dengan uang yang benar-benar masuk ke kantong.
Terus, kenapa rupiah melemah? Pergerakan mata uang bisa dipengaruhi kondisi ekonomi global, arus modal asing, ketegangan geopolitik, hingga ekspektasi kebijakan suku bunga.
Jadi, jangan sampai lihat orang lain jual dolar lalu ikut-ikutan tanpa hitung-hitungan. Ingat, di dunia valas, cuan itu soal strategi dan waktu, bukan sekadar ikut tren!
Kesimpulannya: punya dolar Singapura yang dibeli saat kurs masih rendah memang berpotensi menghasilkan keuntungan. Tapi, apakah sekarang waktu yang tepat untuk menjualnya? Hitung dulu modal, kurs aktual, dan selisih transaksinya.
Jangan sampai niat cari cuan, malah kena plot twist!
(Purwantiningsih)
























