SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Guys, ada yang baru nih di Museum Kesaktian Pancasila, Lubang Buaya, Jakarta Timur!
Museum yang menyimpan cerita penting perjalanan sejarah bangsa ini sekarang tampil dengan wajah baru. Bukan cuma ruangannya yang diperbarui, cara kita menikmati sejarah juga dibuat lebih menarik dengan sentuhan teknologi digital!
Kalau biasanya masuk museum identik dengan jalan pelan-pelan, lihat diorama, baca tulisan, terus lanjut ke ruangan berikutnya, sekarang pengalaman belajarnya dibuat lebih hidup.
Sejumlah diorama dilengkapi tampilan video yang membantu menjelaskan peristiwa sejarah. Bahkan, ada ruang imersif dengan visual yang mengelilingi ruangan, sehingga pengunjung bisa merasakan pengalaman belajar yang berbeda.
Ada juga relief tiga dimensi Garuda Pancasila yang menyambut pengunjung, serta ruang relik yang menyimpan benda-benda bersejarah terkait Pahlawan Revolusi, termasuk pakaian dan jam tangan.
Menariknya, sebanyak 34 diorama asli tetap dipertahankan. Jadi, yang diperbarui bukan sekadar tampilan, tetapi juga alur cerita, urutan waktu, dan konteks sejarahnya. Penyempurnaan narasi ini turut melibatkan para sejarawan agar informasi yang disampaikan lebih lengkap.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Museum ini pun kembali dibuka untuk masyarakat setelah proses pembaruan.
Nah, buat kamu yang ingin jalan-jalan sambil menambah wawasan, museum ini bisa menjadi pilihan. Bukan cuma buat tugas sekolah atau wisata bareng keluarga, tetapi juga untuk mengenal lebih dekat peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.
Karena belajar sejarah itu nggak harus membosankan. Dengan melihat langsung diorama, koleksi, dan dokumentasi yang disajikan, kita bisa lebih memahami bagaimana masa lalu membentuk perjalanan bangsa hari ini.
Jadi, kapan terakhir kali kamu berkunjung ke museum? Jangan-jangan sudah lama banget sampai lupa kalau sejarah Indonesia punya banyak cerita yang perlu kita kenali!
Yuk, sesekali wisata bukan cuma buat foto-foto, tetapi juga buat menambah pengetahuan dan mengenal sejarah bangsa sendiri!
(Robby Bustami)
























