SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Duta Arsip Nasional Republik Indonesia Rieke Diah Pitaloka meninjau Pameran Arsip Sejarah Konstitusi di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Pameran tersebut ditinjau Muzani setelah secara resmi dibuka oleh dirinya. Berbagai arsip sejarah konstitusi dipamerkan untuk memperlihatkan perjalanan Indonesia dalam membangun negara, demokrasi, dan sistem ketatanegaraan sejak awal kemerdekaan.
Dalam keterangan persnya, Muzani menegaskan arsip tidak sekadar kumpulan dokumen lama. Menurutnya, arsip merupakan rekam jejak penting perjalanan bangsa yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi saat ini.
“Arsip bukan sekadar kumpulan dokumen lama, melainkan rekam jejak perjalanan bangsa Indonesia dalam membangun negara, demokrasi, dan sistem ketatanegaraan,” ujar Muzani.
Ia mengatakan dokumen-dokumen sejarah yang dipamerkan menjadi bukti kesungguhan para pendiri bangsa dalam memikirkan dan mempersiapkan masa depan Indonesia.
Menurut Muzani, perjalanan ketatanegaraan Indonesia tidak terlepas dari berbagai gagasan, pemikiran, serta proses yang dilakukan para tokoh bangsa sejak Indonesia merdeka.
Karena itu, keberadaan arsip dinilai penting untuk menjaga ingatan kolektif bangsa sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses panjang terbentuknya sistem ketatanegaraan Indonesia.
Muzani mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengumpulan, penyelamatan, dan penyajian arsip sejarah konstitusi tersebut. Ia berharap pameran dapat menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal perjalanan sejarah konstitusi Indonesia.
Usai meninjau sejumlah materi yang dipamerkan, Muzani bersama Rieke Diah Pitaloka melihat langsung berbagai dokumen sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan konstitusi dan kehidupan ketatanegaraan Indonesia.
Pameran Arsip Sejarah Konstitusi ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali dokumen-dokumen penting sejarah bangsa kepada publik sekaligus menguatkan kesadaran akan pentingnya menjaga arsip sebagai bagian dari memori dan identitas bangsa.
(Yulianto)
























