SUARAINDONEWS.COM, San Francisco – Paul Alex mengambil keputusan besar dalam hidupnya setelah meninggalkan karier sebagai polisi di San Francisco, Amerika Serikat. Dari seorang detektif satuan tugas narkotika, Alex beralih menjadi pengusaha mesin ATM dan berhasil meraup keuntungan bersih hingga US$2,5 juta atau sekitar Rp44 miliar.
Sebelum mengundurkan diri, Alex memiliki penghasilan yang cukup besar. Sebagai polisi, ia menerima gaji sekitar US$133.000 atau Rp2,3 miliar per tahun. Dengan bonus dan tunjangan, pendapatannya bahkan bisa mencapai US$272.000 atau sekitar Rp4,8 miliar per tahun.
Namun, penghasilan besar tersebut tidak membuat Alex merasa kehidupannya lebih seimbang. Ia mengaku kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Alex kemudian mulai mencari peluang investasi. Awalnya, ia sempat mempertimbangkan bisnis properti. Namun, besarnya modal serta biaya perawatan dan operasional membuatnya memilih mencari alternatif lain.
Pilihan akhirnya jatuh pada bisnis mesin ATM.
Ide tersebut muncul setelah seorang rekan kerjanya membicarakan bisnis ATM. Alex kemudian mulai mempelajari bisnis tersebut melalui grup media sosial, YouTube, hingga berbagai sumber informasi lainnya.
Menariknya, modal awal yang dibutuhkan relatif kecil. Alex mengeluarkan kurang dari US$3.000 untuk memulai bisnis tersebut.
Ia juga melihat bisnis ATM memiliki risiko yang cukup fleksibel. Jika sebuah mesin tidak menghasilkan keuntungan di lokasi tertentu, mesin dapat dipindahkan ke tempat lain yang lebih ramai.
Pada 2018, Alex mulai menjalankan bisnis ATM sebagai pekerjaan sampingan. Bisnis tersebut berkembang cukup cepat hingga akhirnya pada 2021 ia memutuskan meninggalkan kepolisian dan fokus menjalankan bisnis.
Melalui perusahaan ATM Together, Alex mencatat pendapatan sekitar US$12 juta atau lebih dari Rp200 miliar sepanjang Januari 2021 hingga April 2023. Dari angka tersebut, keuntungan bersihnya mencapai US$2,5 juta atau sekitar Rp44 miliar.
Berburu Lokasi ATM yang Bikin Cuan
Salah satu kunci bisnis Alex adalah memilih lokasi. Sebelum memasang mesin, ia bahkan mengambil cuti selama dua minggu untuk berkeliling mencari tempat yang memiliki potensi transaksi tinggi.
Targetnya adalah lokasi dengan lalu lintas pengunjung tinggi, seperti kawasan wisata, klub malam, restoran, perkantoran, supermarket, hingga toko minuman keras.
Alex juga menawarkan kepada pemilik usaha agar mesin ATM ditempatkan di lokasi mereka tanpa biaya tambahan.
Namun, perjalanan awalnya tidak langsung mulus.
“Ketika pertama kali memulai bisnis ini, saya banyak mendapat penolakan,” kata Alex.
Dari target awal hanya tiga lokasi, Alex akhirnya berhasil mendapatkan enam titik ATM. Lokasi tersebut terdiri atas tiga toko minuman keras, dua barbershop, dan satu salon kecantikan.
Salah satu mesin ATM pertamanya diisi uang tunai sekitar US$2.000-US$3.000. Mesin tersebut mampu menghasilkan pendapatan sekitar US$2.000 per bulan secara keseluruhan.
Dari situ, Alex menemukan pola penting: lokasi ternyata sangat menentukan besarnya keuntungan.
ATM yang ditempatkan di toko minuman keras mampu menghasilkan komisi sekitar US$250-US$500 per bulan. Sementara mesin di salon hanya menghasilkan sekitar US$25-US$100 per bulan.
Setelah mendapat masukan dari seorang mentor di Facebook, Alex kemudian memindahkan tiga mesin dari salon dan barbershop ke supermarket serta toko minuman keras.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Pendapatan satu mesin ATM bisa meningkat hingga sekitar US$600 per bulan.
Dalam waktu sekitar enam bulan, penggunaan ATM miliknya semakin ramai. Bahkan, keuntungan dari sejumlah mesin disebut dapat mencapai US$3.000 per bulan.
Cerita Alex menunjukkan bahwa bisnis yang terlihat sederhana bisa menghasilkan uang besar jika pemilihan lokasi, pengelolaan modal, dan strategi bisnis dilakukan dengan tepat.
Dari memakai seragam polisi hingga mengelola deretan mesin ATM, Alex membuktikan bahwa “mesin uang” ternyata tidak selalu berupa bisnis teknologi canggih. Kadang, bentuknya justru mesin ATM yang berdiri di tempat orang sedang butuh uang tunai.
(Agung Suhartono)

























