SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur. Pasar tersebut kini memiliki fasilitas perdagangan yang lebih tertata dan modern untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus pengembangan kawasan perkotaan dan pariwisata Banyuwangi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, revitalisasi pasar merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah pusat dalam mendukung penguatan ekonomi daerah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah pusat harus hadir mendukung penguatan ekonomi daerah, salah satunya dengan menghidupkan kembali pasar. Karena pasar ini jelas merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” kata Dody.
Pasar Induk Banyuwangi berada di kawasan strategis perkotaan dan berdekatan dengan sejumlah bangunan bersejarah serta destinasi wisata, seperti Pendopo Sabha Swagata, Bangunan Inggrisan, Gedung Juang, Taman Kota Sritanjung, dan Taman Blambangan.
Melalui revitalisasi tersebut, pasar ditata dengan pembagian area perdagangan di sisi utara dan selatan. Fasilitasnya meliputi gedung pasar, area pasar basah dan kering, akses pedestrian, serta area parkir.
Penataan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan aktivitas jual beli sekaligus memperbaiki keteraturan kawasan perdagangan.
Pasar hasil revitalisasi memiliki 871 unit ruang dagang yang terdiri dari 184 kios dan 687 los. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung aktivitas perdagangan dengan total 657 pedagang berdasarkan data profil pekerjaan.
Selain ruang perdagangan, pasar juga dilengkapi fasilitas parkir dengan kapasitas 332 kendaraan roda dua. Penataan akses keluar-masuk kendaraan dan jalur pedestrian turut menjadi bagian dari pengembangan kawasan pasar.
Program revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dilaksanakan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Pekerjaan fisik dilaksanakan PT Lince Romauli Raya dengan nilai kontrak Rp152 miliar.
Selain pasar, Kementerian PU juga menyelesaikan revitalisasi Asrama Inggrisan Banyuwangi yang berada dalam satu paket pengembangan kawasan.
Asrama Inggrisan ditata dengan sejumlah fasilitas, antara lain gedung pertemuan, gedung hotel, kantor pengelola, klinik, kafe dan galeri, musala, serta museum terbuka.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan bersejarah sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Banyuwangi.
Dengan lokasinya yang berdekatan dengan pusat perdagangan dan sejumlah destinasi perkotaan, Asrama Inggrisan dinilai memiliki potensi menjadi bagian dari aktivitas wisata dan ekonomi kreatif Banyuwangi.
Melalui revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan, Kementerian PU menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya menunjang aktivitas perdagangan, tetapi juga mendukung penataan kawasan perkotaan, pengembangan kawasan bersejarah, serta penguatan potensi ekonomi lokal Banyuwangi.
(Agung Suhartono)

























