SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pimpinan DPR RI menerima audiensi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Audiensi berlangsung di tengah aksi demonstrasi yang salah satu tuntutannya mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade hadir mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan perwakilan AMPB.
Salah satu perwakilan AMPB yang menyampaikan aspirasi adalah Supriyono alias Botok bersama sejumlah anggota lainnya.
Saat membuka audiensi, Dasco mengatakan dirinya bersama pimpinan DPR lainnya sengaja meninggalkan rapat paripurna untuk menerima perwakilan masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi.
“Kami tadi minta izin untuk meninggalkan rapat paripurna untuk menerima teman-teman (AMPB),” kata Dasco.
Dasco juga memastikan DPR RI akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan peserta aksi. Pengamanan, kata dia, tidak hanya dilakukan selama demonstrasi berlangsung, tetapi juga saat massa kembali dari lokasi aksi.
“Saya pastikan, saya langsung yang akan ngawal (ke aparat),” ujar Dasco.
Dalam audiensi tersebut, AMPB turut menyoroti target penyelesaian RUU Perampasan Aset. Botok mengaku telah mendengar penjelasan Komisi III DPR RI yang menargetkan pembahasan hingga pengesahan RUU tersebut dapat diselesaikan pada Desember 2026.
Namun, AMPB meminta pimpinan DPR bertanggung jawab apabila target tersebut kembali meleset.
Botok bahkan meminta pimpinan DPR RI bersedia mengundurkan diri apabila RUU Perampasan Aset tidak disahkan sesuai target yang telah disampaikan.
“Kami minta pertanggungjawaban. Kalau target Desember 2026 tidak terealisasi, pimpinan DPR harus bertanggung jawab,” kata Botok.
Selain mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, AMPB juga menyuarakan tuntutan agar pelaku korupsi mendapatkan hukuman maksimal, termasuk hukuman mati.
Botok mengatakan dirinya tidak ingin memperpanjang audiensi karena masih banyak massa AMPB yang berada di luar kompleks parlemen dan tengah mengikuti aksi di tengah cuaca panas.
“Saya harap yang saya sampaikan sudah cukup itu Pak dan saya sama teman-teman tidak ingin bertele-tele karena kasihan teman-teman yang di luar panas-panasan,” ujarnya.
Audiensi tersebut menjadi ruang bagi pimpinan DPR RI untuk mendengar langsung tuntutan masyarakat terkait pemberantasan korupsi dan percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset.
Di sisi lain, Dasco menegaskan komitmen DPR untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan sekaligus menjaga keamanan peserta aksi selama rangkaian demonstrasi berlangsung.
(Ginanjar Prio Wibowo)























