SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi II sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Taufan Pawe, mendukung rencana Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan alokasi dana insentif sebesar Rp1 triliun dalam APBN 2027 bagi kepala daerah berprestasi.
Namun, Taufan menilai angka tersebut masih terlalu kecil. Ia mengusulkan agar nominal dana insentif ditingkatkan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemberian dana reward tersebut tidak boleh dilakukan secara cuma-cuma.
Taufan mendesak Kemendagri menyusun kriteria penilaian dan sistem klasifikasi atau grade yang ketat agar penyaluran insentif benar-benar tepat sasaran.
“Dana Rp1 triliun untuk dana reward atau dana insentif ke daerah itu tidak cukup, harus lebih besar dari itu. Tapi dengan catatan, harus dibuatkan grade,” ujar Taufan usai menghadiri rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, Kementerian ATR/BPN, serta seluruh kepala daerah se-Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurut Taufan, syarat utama untuk mendapatkan insentif harus diukur berdasarkan indikator keberhasilan yang konkret. Di antaranya pengelolaan sampah dan kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Mana mungkin bisa diberikan dana reward atau penghargaan kepada daerah kalau pengelolaan sampahnya saja tidak becus. Kepala daerah harus memberikan progress yang jelas kepada Mendagri bahwa mereka mampu meningkatkan PAD-nya,” tegas legislator Fraksi Golkar tersebut.
Aset mangkrak jadi sorotan
Dalam kesempatan yang sama, Taufan juga menyoroti banyaknya aset Barang Milik Daerah (BMD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang terbengkalai.
Menurutnya, sejumlah daerah memiliki postur APBD yang besar, tetapi kontribusi PAD masih minim karena banyak aset daerah yang belum dikelola secara produktif.
“Bukan tolak ukur APBD gemuk tapi PAD-nya kurus. Kenapa? Karena aset-aset itu tidak produktif. Aset yang produktif adalah salah satu indikator fiskal daerah itu menuju sehat,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Taufan mendorong kepala daerah agar lebih inovatif dan aktif menggandeng investor untuk mengelola aset-aset daerah yang selama ini terbengkalai.
Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kepala daerah berinovasi, mencari kemitraan investor-investor untuk menanamkan investasinya kepada aset-aset daerah yang selama ini menjadi lahan tidur,” pungkasnya.
(Purwantiningsih)

























