SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Mobil jadul ikonik asal Prancis siap comeback dengan wajah baru! Citroën 2CV, kendaraan mungil yang dulu jadi andalan keluarga di Eropa, kini dihidupkan kembali dalam bentuk konsep mobil listrik. Yang bikin penasaran, harganya ditargetkan sekitar 15.000 euro atau setara Rp260 jutaan.
Kalau targetnya terealisasi, mobil ini bisa menjadi pilihan menarik buat konsumen yang menginginkan kendaraan listrik mungil dengan desain retro, tetapi tetap praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Citroën menargetkan versi listrik 2CV masuk pasar pada 2028. Konsepnya diperkenalkan menjelang Paris Motor Show, dengan membawa perpaduan desain klasik dan sentuhan modern.
Tampilan Retro, Aura Modern
Buat pencinta mobil klasik, Citroën 2CV bukan nama sembarangan. Mobil yang dikenal dengan sebutan Deux Chevaux ini punya sejarah panjang sebagai kendaraan rakyat Eropa.
Bentuknya mungil, lampu depannya bundar, dan bodinya punya desain unik yang gampang dikenali. Mobil ini juga dikenal praktis dan nyaman untuk membawa keluarga, meski tenaga mesin generasi lamanya tergolong terbatas.
Produksi 2CV berakhir pada 1990. Namun, pesona mobil ini ternyata belum hilang. Kini, Citroën mencoba membawa karakter legendaris tersebut ke era kendaraan listrik.
Versi konsep terbarunya masih mempertahankan bentuk membulat dan atap kain berukuran besar yang bisa dibuka. Bedanya, desain kap depan kini lebih tinggi dan mengotak, sementara detail bodinya dibuat lebih modern.
Ada juga perubahan pada lengkungan roda dan jendela. Hasilnya, nuansa klasik tetap terasa, tetapi tampilannya lebih cocok dengan selera otomotif masa kini.
Bobot Cuma Sekitar Satu Ton
Salah satu hal menarik dari konsep Citroën 2CV listrik adalah target bobotnya yang sekitar 1.000 kilogram atau satu ton.
Untuk ukuran mobil listrik, bobot ini terbilang ringan. Ukurannya pun diklaim sekitar 10 sentimeter lebih pendek dibandingkan 2CV generasi lama.
Dimensi kompak dan bobot ringan berpotensi membantu efisiensi energi sekaligus menjaga biaya produksi tetap terkendali.
Di bagian kabin, Citroën mengusung desain minimalis dan fungsional. Ada layar digital di area pengemudi, perangkat audio yang bisa dilepas, serta sejumlah kompartemen dengan desain unik.
Bahkan, konsep interiornya masih membawa nostalgia terhadap filosofi 2CV lawas yang dirancang untuk mengangkut keluarga beserta barang bawaan secara praktis.
Baterai dan Jarak Tempuh Masih Misterius
Meski desainnya sudah bikin penasaran, spesifikasi teknis Citroën 2CV listrik masih belum diungkap secara lengkap.
Kapasitas baterai, tenaga motor listrik, jarak tempuh, dan kemampuan pengisian daya belum diumumkan sebagai spesifikasi resmi.
Sebagai gambaran, mobil listrik perkotaan di kelas serupa umumnya menggunakan baterai sekitar 30 kWh dengan jarak tempuh kurang lebih 250 kilometer. Namun, angka tersebut hanya gambaran dari kelas kendaraan sejenis, bukan spesifikasi resmi 2CV listrik.
Karakter mobil ini mengarah pada kendaraan mungil untuk penggunaan harian di perkotaan. Meski begitu, kemampuan untuk perjalanan lebih jauh baru bisa dinilai setelah Citroën mengumumkan detail baterai dan jarak tempuhnya.
Harga Rp260 Jutaan, Bisa Jadi Penantang EV Mungil?
Citroën menargetkan harga awal sekitar 15.000 euro, sedikit di bawah 17.000 dolar AS berdasarkan perkiraan dalam laporan awal.
Jika dikonversi secara kasar, nilainya sekitar Rp260 jutaan. Namun, angka tersebut bukan harga resmi untuk pasar Indonesia dan belum memperhitungkan kemungkinan pajak, biaya impor, maupun distribusi.
Tantangan terbesarnya adalah menjaga harga tetap terjangkau tanpa mengorbankan fungsi utama kendaraan.
Sebab, daya tarik 2CV sejak awal bukan soal kecepatan atau teknologi yang berlebihan. Mobil ini dikenal karena kesederhanaan, kepraktisan, dan kemampuannya memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Jika Citroën mampu mempertahankan filosofi tersebut dalam versi listrik, 2CV baru berpotensi menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari mobil listrik kecil dengan karakter berbeda.
Untuk sekarang, publik masih harus menunggu spesifikasi final dan kepastian produksi. Target peluncurannya adalah 2028.
Jadi, apakah mobil mungil legendaris ini bakal kembali mencuri perhatian? Kita tunggu saja apakah Citroën mampu menghadirkan mobil listrik yang bukan cuma menarik buat nostalgia, tetapi juga masuk akal dari sisi harga dan penggunaan sehari-hari.
(Agus Marwan)
























