SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Penyanyi internasional Anggun C. Sasmi kembali menjadi perbincangan publik. Penampilannya membawakan lagu “Tanah Airku” dalam penutupan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, justru memunculkan perdebatan soal status kewarganegaraannya.
Sebagian warganet mempertanyakan mengapa Anggun menyanyikan lagu kebangsaan yang sarat makna bagi masyarakat Indonesia, sementara dirinya kini berstatus warga negara Prancis.
Namun, keputusan Anggun meninggalkan status warga negara Indonesia (WNI) bukanlah cerita baru. Ia telah menetap di Prancis selama bertahun-tahun demi membangun karier musik internasional. Keputusan tersebut, menurut penuturannya yang pernah diberitakan media, juga berkaitan dengan kesulitan mengurus visa saat harus bepergian ke berbagai negara untuk bekerja.
Anggun memulai perjalanan karier internasionalnya dengan meninggalkan Indonesia pada 1994. Ia kemudian menetap di Prancis dan mengembangkan karier musiknya di pasar internasional.
Dalam perjalanan tersebut, urusan perjalanan lintas negara menjadi salah satu tantangan yang ia hadapi. Anggun pernah menceritakan pengalaman sulit mengurus visa ketika harus melakukan promosi album dan menjalani kegiatan musik di berbagai negara.
Persoalan itu menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusannya menjadi warga negara Prancis. Pilihan tersebut bukan keputusan yang mudah, sebab Anggun harus meninggalkan status WNI demi mendukung perjalanan hidup dan kariernya di luar negeri.
Paspor Berubah, Ikatan dengan Indonesia Tak Hilang
Meski kini menjadi warga negara Prancis, Anggun tetap menyebut Indonesia sebagai negara asalnya. Ia juga pernah menggambarkan Prancis sebagai negara yang menjadi tempatnya membangun kehidupan.
Karena itu, penampilannya membawakan “Tanah Airku” di GBK kembali membuka perbincangan tentang hubungan Anggun dengan Indonesia. Bagi sebagian penonton, lagu tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan simbol rasa cinta dan kerinduan terhadap Tanah Air.
Di sisi lain, status kewarganegaraan seseorang tidak selalu menggambarkan seluruh perjalanan hidup, latar belakang, maupun ikatan emosionalnya dengan negara tempat ia dibesarkan.
Anggun sendiri kembali menunjukkan keinginannya untuk memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Indonesia. Pada Mei 2026, ia diberitakan memperoleh Golden Visa kategori Global Talent dan menyampaikan keinginan untuk kembali ke Indonesia bersama keluarganya serta berkontribusi bagi Tanah Air.
Pemberian Golden Visa tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan Anggun yang kini berkarier secara internasional, tetapi tetap memiliki hubungan dengan Indonesia.
Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?
Perdebatan mengenai Anggun memperlihatkan bagaimana penampilan seorang figur publik dapat memunculkan diskusi yang lebih luas, mulai dari nasionalisme, identitas, hingga pilihan kewarganegaraan.
Namun, keputusan Anggun menjadi warga negara Prancis sudah terjadi jauh sebelum penampilannya di GBK pada Oktober 2026. Dengan demikian, polemik yang muncul belakangan ini lebih tepat dipahami sebagai reaksi publik terhadap penampilannya dan status kewarganegaraannya, bukan sebagai kabar bahwa ia baru saja meninggalkan paspor Indonesia.
Pada akhirnya, Anggun tetap memiliki perjalanan panjang yang berawal dari Indonesia dan membawanya ke panggung musik internasional. Perubahan kewarganegaraan merupakan fakta tentang status hukumnya, sedangkan hubungan emosional seseorang dengan tempat asalnya merupakan persoalan yang berbeda.
(Agus Marwan)

























