The Spirit of Indonesian Jendela Perkembangan Blues Indonesia Lewat Intimate Concert and Road to Jakarta Blues International Festival

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Mengagas The Spirit of Indonesia bagi perkembangan musik blues di Indonesia pada khususnya dan musik Indonesia yang lebih baik pada umumnya. Menjadi akar dari keterlibatan Deteksi Production dan Boart Indonesia bersama Hotel Grand Kemang untuk menghelat Intimate Concert and Road to Jakarta Blues International Festival yang bakal digelar 16, 23 dan 30 November 2019 serta pada 7-8 Desember 2019.

Demikian dijelaskan CEO Deteksi Production, Herry Koko Santoso, didampingi Triadi Noor, Board dari Boart Indonesia, serta Shinta mewakili management Grand Kemang Hotel, di Sparca Lounge Grand Kemang Hotel, Jakarta Selatan (5/11).

Karena tak hanya menampilkan event yang dicreate sepekan sekali tersebut, tambah Herry Koko Santoso, namun perhelatan ini juga menghadirkan sejumlah musisi musisi Indonesia berkualitas seperti diantaranya Pinkan Mambo, penampilan kolaborasi musik dan budaya oleh Guruh Soekarno Putra, serta hadirnya para legenda musisi Indonesia seperti dari Giant Step, The Rollies, dan sebagainya. Bahkan sejumlah musisi yang hadir dalam Road to Jakarta Blues International Festival pun bakal melakukan jamming bersama pada kegiatan ini.

Dan Blues sebagai akar seluruh genre musik yang ada, khususnya terkait perkembangannya di Indonesia harus mendapat oase yang tepat, lanjut Triadi Noor, sehingga melahirkan para musisi blues Indonesia seperti halnya Gugun Blues Shelter. Oleh karenanya lewat Intimate Concert and Road to Jakarta Blues International Festival generasi baru blues Indonesia dapat bermunculan. Salah satu yang tengah di ujicobakan yakni hadirnya pula ajang One Minute Blues Challange di Pavilliun 28. Online Competition yang diikuti oleh lebih 100 peserta serta lebih dari 2.000 an follower, dimana salah satunya akan ditampilkan ‘next joey alexander’ di musik blues Indonesia.

Sementara bagi Herry Koko Santoso, berkolaborasinya dengan Boart Indonesia semakin mendekatkan musisi dan musik Indonesia pada musisi serta musik yang berkualitas. Hal ini yang diharapkannya agar musik Indonesia lebih baik lagi. Apalagi dengan support yang diberikan oleh Management Grand Kemang Hotel, sebuah support yang luar biasa karena tak banyak hotel yang peduli dengan perkembangan musik Indonesia.

Sedangkan Shinta selaku pihak dari Management Grand Kemang Hotel merasa terhormat dapat dilibatkan dalam perhelatan musik ini, sekaligus mendukung sepenuhnya perhelatan Intimate Concert and Road to Jakarta Blues International Festival. Dimana perhelatan tersebut bakal di gelar di seputaran area kolam renang di Sparca Lounge Grand Kemang Hotel, di area seluas 1.500 meter persegi. Tentunya dengan kapasitas pengunjung yang cukup besar yakni 400 orang lebih serta set up yang dibuat lebih romantik dan intim.

“Kami butuh orang orang yang peduli musik Indonesia. Kami ingin menjadi bagian dari musik Indonesia yang lebih baik. Mencoba menempatkan musisi dan musik Indonesia lebih bermartabat lagi, dan juga menjadi bagian musisi serta musik dunia, ” tegas Herry Koko Santoso, CEO Deteksi Production.

Bagi Triadi Noor, perhelatan ini mendapat respon yang baik, para musisi Blues Indonesia pun bermunculan kembali. Kemudian mari kita duduk bersama, punya konsep bersama untuk bikin Jakarta Blues lagi. Terbukti banyak musisi Blues yang muda muda bakal tampil pada tanggal 7-8 Desember di Hard Rock Cafe Jakarta. Hal ini semacam refresh untuk memperkenalkan Blues Indonesia kembali. Karena kita sudah tidak punya lagi semacam wadah Blues Club, papar Triadi lagi.

Herry Koko Santoso berharap lebih banyak orang yang peduli dengan perkembangan musik Indonesia, khususnya terhadap musik Blues di Indonesia. Lantaran musik Blues akar dari musik itu sendiri. Jadi jika perkembangan musik Blues di sebuah negara itu baik, maka industri musiknya dapat dipastikan bagus. Namun disayangkan tidak ada yang memperhatikan musik Blues Indonesia.

Jakarta Blues International Festival dihelat 7-8 Desember 2019 di area Tennis Indoor Senayan. Terdapat tiga panggung, yaitu Iconic Stage, Crowd Stage serta Vintage Stage. Beberapa musisi International hadir, seperti Paul Gilbert, Ken Hensley, The Calling, Bumblefoot, Miguel Balaguer (Spanyol), Shun Kikuta (Jepang) dan lain sebagainya.

Sedangkan dari Indonesia hadir The Rollies, Gugun Blues Shelter, Adrian Adieoetomo, Blues Libre, Edwin Marshall Project, Voxa, Electric Cadillac, Joey Lennon, Jaya Blues Band dan kawan kawan. Disamping Benn Yapari, Gina & The Blue Rays, Zared David, Tedi Hardiman, Sam‘a & The Monster. Festival akan dimulai pukul 14.00 WIB dan sesuatu yang istimewa di Festival ini adalah hadimya musisi-musisi International sebagai Masterclass Blues Coaching.

(tjo ; foto gun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *