Polri Didesak Ungkap Motif Pembunuhan Dufi

suaraindonews.com, Jakarta-Wartawan senior yang juga mantan redaktur dari wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi saat masih di Harian Rakyat Merdeka, Arief Gunawan meminta pihak berwajib mengusut tuntas kasus pembunuhan Dufi. Apapun motif di baliknya.Arief juga meminta agar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dewan Pers dapat merespon dan menyampaikan sikap atas kasus pembunuhan Dufi.

“Termasuk empati yang seharusnya diperlihatkan oleh para pengelola media tempat almarhum pernah bekerja,” kata Arif, Rabu (21/11/2018).

Arief mengenal Dufi sebagai sosok yang memiliki etos kerja, insiatif dan ulet sebagai seorang wartawan. “Pihak berwajib harus mengutus tuntas kasus ini, apapun motif di balik kasus ini,” tegasnya.

Dufi mengawali karir jurnalistiknya ini di Harian Rakyat Merdeka ini telah dikebumikan di TPU Budi Darma, Semper Timur, Jakarta Utara pada Senin (19/11/2018) pagi. Pria yang akrab disapa Dufi ini dikuburkan satu liang kubur dengan mendiang ayahnya, H. Muhammad Zain Rasihun.

Almarhum Dufi meninggalkan seorang istri Bayu Yuniarti dan enam orang anak, tiga lelaki dan tiga perempuan. Dufi dimakamkan bertepatan dengan hari ulang tahun anak kelimanya yang bernama Ibrahim Jamal Almasyuri (8). Anak sulung berusia 17 tahun dan bungsu 6 tahun.

Alumni Universitas Muhammadiyah itu memulai karir menjadi wartawan Rakyat Merdeka, Indopos, Berita Satu, Inews TV. Selain membuka usaha advertising bernama PT Cahaya Gemilang, Dufi di akhir hayatnya juga menjadi staf khusus Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin dan bekerja sebagai tenaga lepas di TV Muhammadiyah.

Dufi (43) ditemukan tewas bersimbah darah dalam sebuah tong plastik dengan tangan dan kaki yang diikat di kawasan industri Kembang Kuning, kecamatan Klapanunggal, kabupaten Bogor, Minggu (18/11/2018) pagi.

Terpisah, Polda Jawa Barat (Jabar) menyatakan serius dalam menangani kasus kematian Dufi. “Di mana pun kita cari, pasti kita cari. Tugas pokok kita mencari,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Senin (19/11/2018). Meski demikian, sejauh ini polisi belum menjelaskan tentang ciri-ciri pelaku ke publik.

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga membantu penyelidikan kasus kematian tragis Dufi ini dengan menerjunkan satu tim. “Polda Metro Jaya bantu satu tim guna ungkap kasus di Bogor,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (20/11/2018).(Bams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *