Pakar : Partisipasi Politik Kalangan Milenial, Hanya Heboh di Medsos

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Komunikasi Politik Lely Arrianie menjelaskan, partisipasi publik dalam politik saat ini sudah bergeser dibanding pemilu sebelumnya. Saat ini kelompok milenial lebih heboh di medsos. Bahkan begitu bergairah mendukung calon hingga berkelahi suami istri, temen-temen sesama wartawan berkelahi, memutus pertemanan dan segala macam.

“Sejak tahun 2014 partisipasi politik milenial tinggi, tetapi partisipasi politik semu. Partisipasi politiknya tinggi sekali, namun ketika sampai di bilik suara dia membeku. No comment dan membeku dan tidak ada sesuatu yang dilakukan untuk berpartisipasi,, “ ujar Lely di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Menurut Lely, untuk meningkatkan partisipasi caleg dan Parpol harus melakukan pendekatan persuasif mengarahkan mereka untuk menggunakan hak pilih. “Meski golput hak seseorang, namun itu tidak baik. Itu namanya tidak ikut berpartisipasi. Yang jelas, ada pemilih tradisional, fanatik, milenial, dan swing votters, “ ujarnya.

Lely berharap caleg dan timses langsung terjun ke masyarakat door to door. Memberi pencerahan, kesadaran dan pengetahuan yang postif tentang pentingnya pilihan politik bagi masa depan bangsa. “Caleg dan parpol saya harap tak hanya bersinar di medsos, tapi juga mengakar di tengah masyarakat. Itulah politik interpersonal yang bisa meningkatkan partisipasi rakyat dalam pemilu,” katnya.

Sedangkan Anggota MPR RI dari FPKB Daniel Johan menegaskan, menjelang Pemilu serentak berita hoaks (berita bohong) berpotensi memecah belah masyarakat. Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu dan aparat sebagai penyelenggara Pemilu diharap segera mengantisipasi berita bohong agar kondisi masyarakat tetap tenang dan damai.

“Hoaks masih masif akhir-akhir ini dan lebih banyak merugikan Jokowi – Ma’ruf Amin. Karenanya penyelenggara pemilu dan aparat harus bertindak tegas, agar tidak memecah-belah masyarakat,” ujar Daniel.

Menurut Daniel, Pemilu bukanlah barang baru di negara kita, melainkan hajatan lima tahunan sebagai wujud dari pelaksanaan UUD. Oleh sebab itu semua komponen mesti menciptakan suasana ceria, gembira dan nyaman menjelang Pemilu.(Bams/EK ; Foto BTP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *