Mahyudin: Kasus Vaksin Palsu Jangan Diseret-seret ke Politik

SUARAINDONEWS.COM, Banjarmasin-Terungkapnya kasus kejahatan pemalsuan vaksin imunisasi yang dibongkar Bareskrim Polri membuat sebagian besar masyarakat resah. Masyarakat semakin resah dengan di blow upnya beberapa rumah sakit, klinik dan balai pengobatan yang menggunakan vaksin palsu oleh Kementerian Kesehatan.

Berbagai spekulasi dan tanggapanpun mengalir secara spontan dan massif. Sebagian besar meminta pertanggung jawaban rumah sakit dan balai pengobatan yang menggunakan vaksin palsu. Polri bertindak cepat dengan menangkap sekitar 25 tersangka.

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin sangat menaruh perhatian serius soal kasus vaksin palsu. Mahyudin tegas mengatakan bahwa yang terlibat vaksin palsu adalah pihak yang tak bermoral.

“Kasus ini dampaknya luar biasa. Sama saja berencana mencelakai dan membunuh anak-anak tak berdosa demi keuntungan semata. Saya apresiasi kinerja Polri yang cepat tanggap menangani kasus tersebut,” katanya, usai menghadiri acara halal bihalal alumni fakultas teknik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, di Banjarmasin, Sabtu (16/7/2016).

Namun, Mahyudin mengaku sangat miris banyak komentar dan tanggapan sinis seputar kasus vaksin palsu yang sudah melenceng di luar konteks. Mahyudin melihat banyak sekali politisasi seputar kasus vaksin palsu ini.

“Saya berharap sudahlah, biarkan kasus ini masuk ranah hukum dan biarlah hukum yang menyelesaikan jangan ada lagi politisasi yang gak jelas. Apalagi yang dilakukan ‘hater-hater’ pemerintah yang makin gak jelas. Jangan banyak komentar kalau memang tidak mengerti masalahnya sehingga bertambah runyam,” imbuhnya.

Ketika diminta pendapatnya soal dugaan ketetlibatan Kemenkes, Mahyudin mengatakan hal tersebut bisa menjadi pelajaran dan evaluasi buat pemerintah. Intinya ke depan, harus diperhatikan dan diawasi jalur obat mulai dari produsen, perijinan distribusi sampai ke tangan pasien.(EK/Kush)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *