SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi mencanangkan Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP) sebagai upaya mempercepat transformasi pelayanan publik yang semakin mudah diakses, responsif, terintegrasi, dan berintegritas. Pencanangan yang mengusung tema “Tulus Melayani, Cepat Merespons, dan Berintegritas” itu digelar di Aula Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Peluncuran GNPP dihadiri Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, serta Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona.
Dalam sambutannya, Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa Gerakan Nasional Pelayanan Publik bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama seluruh penyelenggara pelayanan publik untuk menghadirkan layanan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Gerakan ini merupakan komitmen bersama untuk terus meningkatkan pelayanan publik yang semakin mudah diakses, responsif, dan berintegritas. Kemarin Bapak Presiden juga menegaskan masyarakat tidak perlu lagi datang dari kantor ke kantor hanya untuk mengurus pelayanan. Karena itu, kita harus menghadirkan layanan yang terintegrasi dan semakin mudah dijangkau masyarakat,” ujar Rini.
Menurutnya, pemerintah telah membangun fondasi pelayanan terpadu melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) yang kini terus berkembang di berbagai daerah.
Rini mengungkapkan, hingga saat ini telah terdapat sekitar 313 Mal Pelayanan Publik di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terus bertambah setelah pemerintah kembali membuka puluhan MPP baru pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Hal-hal yang sudah baik akan terus kita tingkatkan. Fondasi Mal Pelayanan Publik yang telah dibangun selama ini harus terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Rini menjelaskan GNPP menggunakan simbol 24/7 yang merepresentasikan semangat pelayanan tanpa henti.
“Simbol 24/7 ini menggambarkan bahwa semangat melayani harus selalu hidup setiap saat, setiap kesempatan, dan dalam setiap tindakan aparatur negara. Masyarakat harus merasakan bahwa ASN dan seluruh penyelenggara pelayanan publik selalu hadir untuk melayani,” tegasnya.
Ia menambahkan, tema ‘Tulus Melayani, Cepat Merespons, dan Berintegritas’ bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus menjadi budaya kerja aparatur negara.
“Keturusan akan melahirkan kepedulian, kecepatan menghadirkan kepastian, dan integritas membangun kepercayaan. Ketika nilai-nilai itu menjadi budaya kerja, pelayanan publik akan semakin berkualitas dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Rini juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pelayanan publik sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, digitalisasi layanan akan memangkas birokrasi sehingga masyarakat tidak lagi harus mengantre atau berpindah-pindah kantor untuk mengurus administrasi.
“Pemerintah sedang mendorong seluruh layanan publik ditransformasikan ke layanan digital bersama Komite Percepatan Transformasi Pemerintahan Digital. Transformasi ini tidak mungkin terwujud tanpa komitmen seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, maupun BUMD,” jelasnya.
Karena itu, GNPP diharapkan menjadi gerakan bersama untuk mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang lebih sederhana, cepat, transparan, dan berintegritas.
Rini menegaskan peningkatan kualitas pelayanan publik tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Ombudsman, hingga badan usaha milik negara agar masyarakat memperoleh pelayanan terpadu.
“Kementerian PANRB akan terus memperkuat kebijakan, pembinaan, dan pemantauan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kementerian Dalam Negeri akan memastikan implementasinya berjalan konsisten di pemerintah daerah, sementara Ombudsman RI mengawal kualitas pelayanan melalui pengawasan, tindak lanjut pengaduan, dan pemanfaatan aspirasi masyarakat sebagai dasar perbaikan,” katanya.
Menurut Rini, kualitas pelayanan publik pada akhirnya ditentukan oleh dedikasi aparatur yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Pelayanan publik tidak ditentukan oleh gedung yang megah ataupun teknologi yang canggih, tetapi ditentukan oleh dedikasi aparatur yang melayani masyarakat setiap hari. Di tangan ASN dan seluruh penyelenggara pelayanan publik, kepercayaan masyarakat kepada negara dibangun,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh aparatur menjadikan nilai ketulusan, kecepatan, dan integritas sebagai budaya kerja.
“Mari jadikan setiap pelayanan sebagai wujud kehadiran negara, setiap inovasi sebagai solusi bagi masyarakat, setiap kepuasan masyarakat sebagai ukuran keberhasilan, dan setiap aparatur sebagai penggerak perubahan. Gerakan Nasional Pelayanan Publik bukan hanya milik Kementerian PANRB, Kemendagri, Ombudsman, atau KSP, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh penyelenggara pelayanan publik. Keberhasilannya bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari semakin banyak masyarakat yang merasakan pelayanan yang lebih baik,” tutup Rini.
(Anton)

























